Page 90 - misteri 627
P. 90
SAJIANLEPAS
Rodo bersama penulis di hutan muara uya, perbatasan Kalteng-Kalsel malam begini?â€
Mendengar pertanyaan itu, Rodo
tidak dapat lewat. Becek dan berlumpur. pantulan sinar bulan.
Kedatangan Rodo ke rumah kerabatnya Seketika Rodo menghentikan mencoba bersikap seperti jagoan dengan
mengeluarkan sangkurnya.
itu sebenarnya sering dan biasa dilakukan. langkahnya. Dadanya berdegup kencang.
Apabila menggunakan motor, Rodo biasa Bulu kuduknya pun meremang. Dia pun “Kalau ada yang berbuat jahat, saya siap
pulang antara pukul 4 atau 5 sore dan tiba segera mengeluarkan sangkur yang melayani,†jawabnya tegas.
setengah hingga satu jam. Jika jalan kaki, disimpannya di dalam tas.
dia memilih pulang pukul 1 atau 2 siang dan Pria misterius itu diam saja. Rodo pun
akan tiba sekitar 2 atau 3 jam kemudian. Peti itu melayang di udara sekitar 2 atau melanjutkan lagi perjalanannya. Sekira
3 menit sebelum akhirnya menjauh dan 20 meter melangkah, dia menoleh ke
Kebetulan Rodo memang tidak memiliki lenyap begitu saja. belakang. Aneh. Pria misterius itu tidak
motor. Dia lebih sering meminjam saja. terlihat lagi batang hidungnya.
Maklumlah, Rodo hanya buruh penyadap Rodo melanjutkan lagi perjalanannya.
karet dengan penghasilan yang tidak Tapi kali ini dengan kewaspadaan yang Rodo mengarahkan senternya ke areal
seberapa. Ekonominya pas-pasan. tinggi. Dia memang sudah pernah sekitar. Pria misterius itu seolah lenyap
mendengar cerita seputar keanehan yang ditelan bumi. Meski tergolong pemberani,
Ketika berkunjung ke rumah kerabatnya terjadi di kawasan hutan. Tetapi baru saat Rodo tetap saja gemetar. Ada rasa takut
tersebut, Rodo tidak menggunakan motor. ini dia mengalami keanehan tersebut. menyelimuti dadanya.
Tetapi saat itu dia lupa waktu karena
asyiknya ngobrol dengan kerabatnya. Sejauh ini yang ditakutkan sebenarnya Tetapi keanehan terjadi lagi sekira 100
Hingga tidak terasa, Matahari mulai binatang buas, terutama ular. Sedangkan meter dari pria misterius tadi. Tampak
terbenam. hantu atau sejenisnya belum pernah seekor kerbau berada di tengah jalan
dialaminya. yang hendak dilalui. Tentu saja Rodo
Rodo pamit pulang sekitar pukul 6 sore. keheranan melihat kerbau berada di hutan.
Dia berharap dalam perjalanan pulang Sekitar sepuluh menit kemudian, lagi-lagi Sebenarnya hewan ini juga jarang dimiliki
bertemu seorang pengendara motor yang dia melihat sesuatu yang aneh di kejauhan. penduduk desa. Ya, mungkin harganya
menuju ke arah desa tempat tinggalnya. Tampak seorang pria berdiri di tepi jalan. mahal atau bisa juga petani menggunakan
Seolah sedang menunggu sesuatu. traktor untuk membajak sawahnya. Hewan
Tetapi hingga satu jam perjalanan tidak ini malah ada di hutan.
ada kendaraan yang lewat. Dia pun terus “Mengapa dia diam saja?Dari desa
saja melanjutkan jalan kakinya. Beruntung mana dia berasal? Apa dia kemalaman Beberapa saat kemudian Rodo teringat
langit cerah dan bintang bertaburan. Dia seperti saya?†pikir Rodo. Pertanyaan terus dengan ilmu mistik yang bernama Ilau Bajat
pun membawa senter untuk membantu berkecamuk di dalam benaknya, sementara atau minyak kerbau. “Apakah itu kerbau
menerangi jalan yang dilaluinya. langkahnya semakin dekat dengan pria siluman? Mungkinkah orang tadi menjadi
tersebut. kerbau?†pikirnya.
Ketika sedang asyik berjalan, tiba-tiba
dari kejauhan melesat sebuah benda yang Ketika dirinya berpapasan dengan pria Tanpa berpikir panjang lagi, Rodo
mirip peti mati. Peti itu melayang-layang tersebut, tiba-tiba saja pria itu bertanya, bersikap seolah-olah sedang berhadapan
di udara sekira 100 meter di depannya. “Mau kemana, dik ?†dengan manusia dan bukan dengan hewan.
Ketinggiannya hampir sejajar dengan pucuk
pepohonan. Peti itu terlihat jelas karena “Pulang ke Desa Bentot, Pak,†jawab “Pergi kamu dari sini dan jangan ganggu
Rodo sambil terus waspada. perjalanan saya!†teriak Rodo ke arah
kerbau yang sedang rebahan di tengah
“Bapak berani pulang sendirian malam- jalan.
Rodo meneriakkan perkataan tersebut
berulang-ulang sambil mengacungkan
sangkur (parang) di tangannya. Nada
suaranya sengaja ditinggikan dan penuh
kemarahan.
Beberapa saat kerbau itu bangkit.
Kemudian hewan itu masuk ke arah
kerimbunan hutan. Rodo bernafas lega
sambil terus melanjutkan perjalanan ke
rumahnya.
Demikian kisah Rodo bertemu dengan
pelaku pesugihan Ilau Bajat. “Pelaku
yang sedang menjalani ilmu Ilau Bajat itu
biasanya berpura-pura berbaik hati hendak
mengantarkan orang. Terutama yang
berjalan sendirian di tempat sepi,†katanya.
“Memang orang yang dijadikan sasaran
akan diantarkan hingga ke rumahnya.
Tetapi beberapa hari kemudian orang
yang diantarkan tersebut jatuh sakit dan
meninggal. Jadi tidak ada kekerasan fisik,â€
lanjutnya.
Lebih jauh dikatakan, apabila orang
tadi menolak diantarkan, maka pelaku
pesugihan akan pergi lalu kembali lagi
dengan mengubah wujudnya menjadi
134 | MISTERI | Edisi 627 2016

