Page 206 - Modul Diklat PKB Guru SMK Paket Keahlian Perbankan Grade 1 - Pedagogik
P. 206

3. Mengorganisasikan pesan bisnis
  Pesan yang tidak diorganisasikan dengan baik akan bermasalah dalam isi,
  pengelompokan dan urutan butir-butir pesan. Pesan bisnis dapat menciptakan
  niai tambah bagi perusahaan. Pesan-pesan yang disampaikan kepada pihak lain
  hendaknya mampu menjaga dan meningkatkan citra perusahaan.

        1. Manfaat pengorganisasian pesan bisnis
            Agar pesan-pesan yang disampaikan pada pihak lain mampu menjaga
            dan meningkatkan citra perusahaan maka pesan tersebut harus
            terorganisasi dengan baik. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari
            pengorganisasian psan bisnis, antara lain :
               a. Membantu audiensi memahami pesan
               b. Membatu audiensi menerima pesan
               c. Menghemat waktu audiensi
               d. Menyederhanakan tugas komunikator

        2. Cara mengorganisasi pesan bisnis
            Secara umum pengorganisasian pesan bisnis yang baik dapat dilakukan
            dengan tiga langkah sebagai berikut :
               a. Menetapkan ide/gagasan pokok
               b. Mengelompokan ide/gagasan
               c. Memutuskan pola atau pendekatan urutan gagasan

   4. Penentuan ide pokok
  Setiap pesan bisnis baik panjang maupun pendek pasti mengacu pada suatu ide
  pokok (main idea) yang mendukung oleh ide-ide lain ( supporting idea). Ide
  pokok merupakan pernyataan tentang suatu topic yang menjelaskan isi dan
  tujuan topic tersebut sehingga dapat diterima dengan baik oleh audiensi. Topic
  merupakan suatu subjek pesan yang luas. Dengan demikian ide pokok tidak
  sama dengan topik.

        1. Teknik penentuan ide pokok
            Penentuan ide pokok memerlukan pengalaman dan kreativitas. Ada tiga
            teknik atau cara yang dapat dipergunakan untuk menentukan ide pokok,
            seperti dapat disimak dalam uraian berikut ini.

196 Modul Diklat PKB Guru SMK Paket Keahlian Perbankan Grade 1
   201   202   203   204   205   206   207   208   209   210   211