Page 17 - In a Blue Moon
P. 17
yang melilit pinggangnya. ”Sepertinya kau yang harus meng-
hadapinya hari ini, Jared. Aku harus menemui kakekku.”
”Ada masalah?” tanya Jared.
”Tidak, tidak.” Lucas mengibaskan sebelah tangan. ”Aku
hanya berharap dia tidak menimbulkan masalah. Kalau tidak,
dia akan mendapati dirinya terbang kembali ke Chicago lebih
awal daripada yang direncanakannya.”
pustaka-indo.blogspot.com
Satu jam kemudian, Lucas sudah tiba di tempat resepsi per-
nikahan. Sepertinya penjaga pintu sudah diberitahu tentang
kedatangannya, karena ia langsung diizinkan masuk setelah
menyebutkan namanya. Ruang pesta itu didekorasi dengan
indah, didominasi warna cokelat, putih, dan emas. Tampak- 15
nya acara makan malam sudah selesai, karena sebagian tamu
sedang berdansa diiringi alunan lagu lembut dari orkestra
sementara tamu-tamu lain saling mengobrol dan menikmati
sampanye yang diedarkan oleh para pelayan berseragam
hitam putih.
Seorang pelayan menyodorkan senampan sampanye ke
arahnya. Lucas menatap gelas-gelas sampanye yang berkilau
itu dengan tatapan menyesal, lalu tersenyum dan mengge-
lengkan kepala kepada si pelayan. Ia harus mengemudi ma-
lam ini, jadi tidak boleh minum, walaupun saat ini ia mung-
kin membutuhkan kekuatan yang bisa diberikan minuman
itu.
Lucas mendesah dan memandang ke sekeliling ruangan.
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 15 3/30/2015 10:43:08 AM

