Page 19 - In a Blue Moon
P. 19
tegap dan bersuara lantang, Thomas Wilson bertubuh kecil,
rapuh, dan bersuara halus. Walaupun terlihat tua dan rapuh,
tangannya yang keriput menjabat tangan Lucas dengan tegas.
”Kuharap Anda mendengar cerita-cerita yang baik,” gu-
mam Lucas dan menempati kursi di samping kakeknya.
Mata biru pucat Thomas Wilson berkilat-kilat ketika ia
tersenyum. ”Jangan khawatir. Kakekmu sangat bangga pada-
mu.”
”Nah, di mana cucumu yang manis itu, Thomas?” sela
kakek Lucas tanpa basa-basi. ”Aku ingin memperkenalkan
mereka berdua.”
Oh, demi Tuhan, erang Lucas dalam hati. Beri aku ke
kuatan.
Lucas sudah berusaha menjaga raut wajahnya tetap datar,
17
tetapi sepertinya Thomas Wilson bisa menebak apa yang di-
pikirkannya, karena teman kakeknya itu melirik Lucas se-
kilas, tersenyum kecil, dan kembali menatap kakek Lucas.
”Kau masih saja blakblakan seperti dulu, Gordon.”
”Memangnya kenapa?” balas Gordon. ”Sejak dulu aku me-
mang sudah ingin menikahkan anak-anak kita. Aku agak
kecewa ketika anak-anak kita berdua ternyata laki-laki. Kau
tidak bisa membayangkan betapa gembiranya aku ketika aku
tahu kau punya cucu perempuan. Nah, apa lagi yang kita
tunggu?”
Seorang pelayan menghampiri meja mereka dan menawar-
kan senampan air mineral. Lucas pun menyambar segelas,
walaupun sebenarnya ia membutuhkan minuman yang jauh
lebih keras saat ini.
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 17 3/30/2015 10:43:09 AM

