Page 21 - In a Blue Moon
P. 21
”Tunggu. Kalian sudah saling kenal?” tanya kakek Lucas
dengan nada kaget dan heran.
”Kami dulu teman satu sekolah,” sahut Lucas. Tangannya
masih tetap terulur dan tidak dijabat.
Sophie Wilson melirik tangan Lucas yang terulur, lalu
kembali menatap wajah Lucas. Lucas tahu gadis itu menger-
takkan gigi, melihat betapa kakunya wajah gadis itu. Setelah
menunggu beberapa detik, Sophie Wilson akhirnya menjabat
tangan Lucas dengan cepat dan berkata, ”Kami hanya ber-
sekolah di SMA yang sama. Tidak bisa dibilang berteman.”
”Astaga. Coba lihat ini, Thomas. Kita berusaha memper-
kenalkan mereka berdua, tetapi ternyata mereka sudah saling
kenal. Bukankah ini kejutan yang menyenangkan?” lanjut
Gordon Ford sambil tertawa gembira. Sepertinya ia tidak
19
mendengar kata-kata Sophie Wilson yang terakhir. Atau ia
sengaja mengabaikannya. ”Duduklah, Sophie. Duduklah.”
Sophie Wilson tidak langsung duduk. Ia menatap kakek
Lucas dengan ragu, lalu menoleh ke arah kakeknya sendiri.
Lucas melihat Thomas Wilson menepuk kursi kosong di
sampingnya dengan pelan, dan Sophie Wilson pun duduk.
Setelah gadis itu duduk, Lucas baru duduk kembali.
Kakek Lucas mulai berbicara, tetapi Lucas tidak terlalu
mendengarkan. Pikirannya dipenuhi satu pertanyaan: Apakah
Sophie Wilson masih membencinya?
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 19 3/30/2015 10:43:09 AM

