Page 22 - In a Blue Moon
P. 22
”Jadi, Lucas yang bertanggung jawab mengurus Ramses di
New York, sementara ayahnya mengurus Ramses di Chicago,”
jelas Gordon Ford dengan nada bangga.
”Oh, Ramses?” kata kakek Sophie. ”Kita juga pernah men-
coba memesan meja di sana, bukan, Sophie? Tapi tidak ber-
hasil.”
Sophie memaksakan seulas senyum kecil untuk berbasa-
basi. Mereka memang pernah ingin memesan meja di
Ramses, tetapi itu sebelum Sophie tahu siapa kokinya. Seka-
rang setelah ia tahu? Ha! Ia tidak sudi pergi ke sana lagi.
”Benarkah? Aku minta maaf,” ujar Lucas Ford. ”Beritahu
aku kapan kalian ingin datang, dan akan kupastikan kalian
mendapat meja.”
Sophie ingin mendengus, tetapi ia menahan diri. Sebagai
20
gantinya ia menyesap anggur merahnya dan memandang ke
sekeliling ruangan. Di mana Spencer ketika aku membutuhkan
dirinya?
Saat itu seorang pelayan menghampiri meja mereka dan
menawarkan potongan-potongan kue pengantin.
”Omong-omong, Lucas, kau belum mencicipi kue pengan-
tinnya, bukan?” lanjut Gordon Ford. ”Kuenya enak sekali.
Sophie yang membuatnya. Dia membuka toko kue di... Di
mana, Thomas? Apakah di Madison Avenue?”
Kakek Sophie membenarkan.
”Kalian benar. Kue ini benar-benar enak.”
Sophie menoleh dan mendapati Lucas Ford menatapnya
sambil tersenyum kecil.
”Aku ingat dari dulu kue buatanmu memang enak.”
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 20 3/30/2015 10:43:09 AM

