Page 23 - In a Blue Moon
P. 23
Tiba-tiba saja kekesalan Sophie memuncak. Cengkeraman-
nya di gelas anggurnya semakin kencang. Ia yakin apabila
ditambah sedikit tekanan lagi, gelas itu pasti hancur ber-
keping-keping. Ia sama sekali tidak suka melihat Lucas Ford
duduk di sana dan berbicara kepadanya seolah-olah mereka
adalah teman lama. Mereka bukan teman. Mereka tidak per
nah berteman. Mereka...
Tepat pada saat itu seseorang menyentuh pundak Sophie
dan sentuhan yang tidak asing itu dengan cepat meredakan
ketegangannya. Ia mendongak dan tersenyum.
”Halo, Adik Kecil,” kata Spencer Wilson ketika Sophie
mendongak menatapnya.
”Ah, ini cucuku, Spencer,” kata kakek Sophie.
Spencer menyunggingkan senyumnya yang menawan sam-
21
bil berjabat tangan dengan Lucas Ford dan kakeknya.
”Selamat atas pernikahanmu,” kata Lucas Ford ketika ia
menjabat tangan Spencer.
”Oh, pengantin prianya bukan aku, melainkan kakakku,
Tyler. Dan kau Lucas Ford dari Ramses? Senang bertemu
denganmu,” balas Spencer ramah. ”Kuharap kalian tidak ke-
beratan aku menculik Sophie sebentar. Dia sudah berjanji
akan berdansa denganku malam ini.”
”Ke mana saja kau dari tadi?” gerutu Sophie ketika mereka
sudah bergabung bersama pasangan-pasangan lain di lantai
dansa. ”Kau tidak tahu pipiku nyaris retak karena harus me-
maksa diri tersenyum terus.”
Spencer memutar Sophie dan mereka pun mulai berayun
mengikuti irama musik dengan mudah. ”Aku melihatmu,”
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 21 3/30/2015 10:43:09 AM

