Page 33 - In a Blue Moon
P. 33

itu  dengan  tangan  kiri  dan  mengulurkan  tangan  kanannya  ke
                arah anak perempuan itu. ”Omong­omong, namaku Lucas.”
                  Anak  perempuan  itu  menjabat  tangan  Lucas  dengan  tegas
                dan  tersenyum  lebar.  ”Hai,  Lucas.  Aku  Sophie  dan  itu  Anne­
                Marie,” katanya. ”Ayo, kita mulai bekerja.”
                  Di bulan Desember di tahun terakhir SMA­nya, Lucas per­

                tama kalinya bertemu dengan Sophie Wilson.






                ”Cuaca	dingin	sialan.”
                  Gerutuan	 kakeknya	 membuyarkan	 lamunan	 Lucas.	 Ia
                mengangkat	wajah	dan	melihat	kakeknya	berjalan	memasuki
                dapur	 apartemennya	 dengan	 balutan	 jubah	 tidur	 yang	 tebal
                                                                           31
                dan	langkah	tertatih-tatih.	”Selamat	pagi,	Pop.	Tidurmu	nye-
                nyak?”	 sapanya,	 lalu	 menyesap	 kopinya	 yang	 ternyata	 sudah
                dingin.	 Astaga,	 sudah	 berapa	 lama	 ia	 duduk	 melamun	 di
                meja	sarapan?
                  ”Tidurku	baik-baik	saja,”	sahut	kakeknya	serak.	”Kau	tidak
                menyalakan	pemanas	di	sini?”
                  ”Sudah,”	kata	Lucas	sambil	memandang	berkeliling.	Selu-
                ruh	 apartemennya	 terasa	 hangat	 dan	 nyaman.	 ”Kau	 masih

                merasa	kedinginan?”
                  ”Aku	 benci	 cuaca	 dingin,”	 gerutu	 kakeknya	 sambil	 duduk
                dengan	 susah	 payah	 di	 hadapan	 Lucas	 di	 meja	 sarapan.
                ”Tuangkan	secangkir	kopi	untukku,	Nak.”
                  Lucas	menurut,	dengan	cepat	menuangkan	kopi	panas	ke
                dalam	cangkir	dan	mendorong	cangkir	itu	ke	seberang	meja







        Ilana-In a Blue Moon Content.indd   31                      3/30/2015   10:43:10 AM
   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38