Page 127 - Praktis_Belajar_Fisika_2_Kelas_11_Aip_Sripudin_Dede_Rustiawan_K_Adit_Suganda_2009_Neat
P. 127
( )I1
Silinder berongga R1 = 2 m R12 + R22
Silinder pejal R2
poros
poros
R
I = 1 mR2
2
Silinder tipis poros I = mR2
berongga R 2
Bola pejal poros I = 5 mR2
R
Bola tipis poros 2
berongga R I = 3 mR2
Sumber: Fundamentals o hysics, 2001 dan hysics or Scientists and ngineers with odern hysics, 2000
Dalam kasus benda tegar, apabila momen inersia benda terhadap pusat
dmeansgsaanIpsmudmikbeutpahuusai,t momen inersia benda terhadap sumbu lain yang paralel
yaitu massa dapat dihitung menggunakan teori sumbu paralel, Kata Kunci
• Momen gaya
I = Ipm + md2 (6–25) • Lengan gaya
• Momen kopel
dengan: d = jarak dari sumbu pusat massa ke sumbu paralel (m), dan • Momen inersia
• Pusat massa
m = massa benda (kg). • Gerak rotasi
Contoh 6.5
Sebatang kayu silinder panjangnya 100 cm dan bermassa 800 g. Tentukan momen
inersia batang kayu itu, jika batang kayu tersebut berputar dengan sumbu putarnya:
a. di tengah-tengah,
b. di ujung.
Jawab
Diketahui: l = 100 cm dan m = 800 g = 0,8 kg.
a. Momen inersia batang kayu dengan sumbu putarnya di tengah:
I = 1 mA2 = 1 (0,8 kg)(1 m)2 = 0,067 kgm2.
12 12
b. Momen inersia batang kayu dengan sumbu putarnya di ujung:
I = 1 mA2 = 1 (0,8 kg)(1 m)2 = 0,267 kgm2.
3 3
Gerak Rotasi dan Kesetimbangan Benda Tegar 119

