Page 867 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 867

Bab 11 Kalor



                       dengan

                       m adalah massa zat (kg)

                       U disebut kalor uap (J/kg).

                              Tampak  bahwa  rumus  untuk  kalor  uap  sama  dengan  rumus  untuk
                       kalor  lebur.  Nilai  kalor  uap  sangat  ditentukan  oleh  kekuatan  ikatan  antar
                       atom-atom  atau  molekul-molekul  dalam  wujud  cair  (Gambar  11.18).  Makin
                       kuat  ikatan  antar  atom-atom  tersebut  maka  makin  sulit  atom-atom  dilepas
                       dari zati cair sehingga makin sulit zat diuapkan. Zat seperti ini memiliki kalor
                       uap  yang  tinggi.  Tabel  11.6  adalah  kalor  uap  sejumlah  zat  cair  dan  suhu
                       penguapan (titik uap).







                                          ikatan
                                           antar
                                           atom






                         atom












               Gambar 11.18 Kekuatan ikatan antar atom dalam wujud cair menentukan kalor uap. Makin kuat gaya antar atom
               maka makin besar kalor uap.


                       Contoh 11.7

                       Berapa kalor yang dibutuhkan untuk mengubah 50 g air yang bersuhu 50  C
                                                                                                           o
                       sehingga seluruhnya menjadi uap?



                       Jawab
                       Di sini ada dua tahapan: menaikkan suhu air dari 50  C menjadi 100  C dan
                                                                                                      o
                                                                                    o
                       mengubah air yang bersuhu 100  C menjadi uap yang bersuhu 100  C (lihat
                                                                                                    o
                                                            o
                       skema beriku ini).
                                                             854
   862   863   864   865   866   867   868   869   870   871   872