Page 152 - E_BOOK_FISIKA_SMA_KELAS_XII - Drajat
P. 152
Tahukah
Anda?
Karena
Dengan demikian, persamaanya menjadi
Kareta Api Maglev
Keterangan: Selama tahun 1950-an, se-
-2
B = induksi magnetik di titik yang diamati (Wbm ) orang insinyur dari Inggris, Eric
M − 7 Lathwaite, mengembangkan
-1
0 = 4P × 10 WbA m -1 sebuah motor yang dapat men-
gangkat kereta api di atas rel
i = kuat arus listrik (A) oleh tarikan magnetik. Walau-
a = jarak titik dari kawat (m) pun sekarang digunakan dalam
skala kecil, kereta api Maglev
ini akan menjadi kereta apai
masa depan.
Contoh Soal 3.1 Sumber: Buku Saku Penemuan, 1997
Sebuah kawat lurus panjang dialiri arus sebesar 4 A. Tentukanlah
besarnya induksi magnetik pada sebuah titik yang berada sejauh 20
cm disebleah kanan kawat. Jika arah arus pada kawat ke atas, ke
manakah arah induksi magnetiknya?
Jawaban :
Diketahui:
i = 4 A; a = 20 cm = 0,2 m
-1
WbA m -1
Maka,
Jadi, besarnya induksi megnetik di titik P adalah 4 × 10-5 Wbm-2.
Dengan menggunakan kaidah tangan kanan, arah induksi magnetic
di sekitar kawat di sebelah
• Kanan kawat masuk bidang kertas
• Kiri kawat keluar bidang kertas
Setelah penemuan Oersted ini, lalu Biot-Savart men-
jelaskan tentang induksi magnetic di sekitar kawat berarus
listrik, serta Ampere menemukan hubungan antara kuat
arus listrik dan induksi magnetic di sekitar kawat berarus
listrik. Hasil perhitungan yang ditunjukkan Ampere jauh
Kemagnetan 145

