Page 169 - E_BOOK_FISIKA_SMA_KELAS_XII - Drajat
P. 169
untuk sembarang luas tertentu, besarnya suatu fluks ber-
gantung pada luas berkas yang diambil.
Faraday menggambarkan medan magnet dengan bantuan
garis-garis meda. Lalu, garis-garis medan itu dinyatakan
dengan angka-angka. Induksi magnetik B dinyatakan
sebagai kerapatan garis medan. Kerapatan garis medan
didefinisikan sebagai banyaknya garis medan yang me-
nembus suatu bidang secara tegak lurus persatuan luas.
Coba Anda perhatikan gambar berikut.
Dengan menggunakan ungkapan kerapatan garis me-
dan, nilai B pada sebuah titik tertentu dapat dinyatakan
sebagai berikut.
Gambar 3.32
Fokus garis medan menembus
tegak lurus suatu bidang
atau
Oleh karena B bersatuan Wbm dan luas A bersatuan
-2
2
m , satuan fluks adalah weber. Persamaan di atas berlaku
untuk medan magnet B yang tegak lurus pada bidang atau
sejajar dengan garis normal pada bidang. Jika kerapatan
Q
garis gaya medan magnetnya membentuk sudut terh-
adap garis normal bidang, persamaan fluks magnetiknya
akan menjadi
Q
Dengan adalah sudut yang dibentuk oleh induksi mag-
netik B terhadap garis normal bidang.
Gambar 3.33 Jadi, sebenarnya persamaan atau
Arus yang terbentuk pada menyatakan bahwa besarnya fluks magnetik pada sebuah
jarum galvanometer menun- titik sama dengan hasil kali induksi magnetic di titik itu
jukkan bahwa magnet jika
digesekkan bolak-balik dalam dengan luas bidang yang ditembus oleh kerapatan garis
kumparan dapat menimbulkan medan secara tegak lurus.Fluks magnetik merupakan
arus listrik
besaran skalar.
162 Fisika untuk SMA/MA kelas XII

