Page 16 - E-Book SBMPTN Saintek
P. 16
2. Analogi proposisi (ungkapan). Dua proposisi adalah
Analogi adalah penalaran yang dilakukan premis dan satu proposisi lagi adalah
dengan membandingkan dua hal yang simpulan. Dua premis itu adalah premis
memiliki sifat yang sama. umum (mayor) dan premis khusus (minor).
Contoh Contoh
Nani adalah lulusan Unpad. PU : Semua siswa SMAN 23 pintar.
Nani menjalankan tugasnya dengan baik. A B
Joni adalah lulusan Unpad. PK : Ibrahim adalah siswa SMAN 23.
Oleh karena itu, Joni dapat menjalankan C A
tugasnya dengan baik. S : Jadi, Ibrahim pintar.
C B
3. Hubungan kausal
Hubungan kausal adalah penalaran yang 2. Silogisme negatif
diperoleh dari gejala-gejala yang saling Silogisme negatif terjadi apabila salah satu
berhubungan. premisnya negatif. Adanya premis yang
Ada tiga macam hubungan kausal, yaitu: negatif tersebut menyebabkan simpulannya
• Hubungan sebab-akibat pun negatif. Silogisme ini biasanya ditandai
Contoh: dengan kata pengingkar tidak atau bukan.
Joni rajin belajar. (A)
Joni pintar. (B)
Jadi, Joni rajin belajar sehingga pintar. Contoh
• Hubungan Akibat-Sebab
Joni pintar karena rajin belajar.
PU = Semua siswa SMAN 23 tidak bodoh.
• Hubungan Sebab-Akibat 1-Akibat 2 PK = Ibrahim adalah siswa SMAN 23.
Joni rajin belajar. (A)
Joni pintar. (B) S = Ibrahim tidak bodoh.
Joni naik kelas. (C) Rumus Silogisme
Karena rajin belajar, Joni pintar PU (Premis Umum) = A + B
sehingga bisa naik kelas. PK (Premis Khusus) = C + A
b. Penalaran Deduksi S (Simpulan) = C + B
Penalaran deduksi berdasar pada sebuah
simpulan yang lebih umum. Setelah itu, baru 3. Entimen
kemudian ditarik kesimpulan yang khusus. Entimen adalah silogisme yang tidak
Penalaran deduksi dibagi menjadi tiga memunculkan PU karena dianggap sudah
macam, yaitu: diketahui secara umum.
1. Silogisme kategorial
Silogisme (bentuk menarik simpulan) ini
adalah silogisme yang diambil dari tiga
15

