Page 101 - DAFTAR-ISI-DAN-ANATOMI-FISIOLOGI
P. 101

  ANATOMI FISIOLOGI  




                   pada permukaan atas, secara tidak teratur terdapat di sela-sela antara papilae filiformis
                   yang banyak jumlahnya.
               e.  Papilae foliatae
               f.  Papilae folitae tersusun sebagai tonjolan-tonjolan yang sangat padat sepanjang pinggir
                   lateral belakang lidah. Papilae ini mengandung banyak puting kecap.
               g.  Papilae circumvallatae

                     Papilae circumfalatae merupakan papilae yang sangat besar yang permukaannya pipih
               meluas  di  atas papilae  lain. Papilae  circumvallatae tersebar  pada  daerah  “V”  pada  bagian
               posterior lidah. Banyak kelenjar mukosa dan serosa (von Ebner) mengalirkan isinya ke dalam
               alur dalam yang mengelilingi pinggir masing-masing papila. Susunan yang menyerupai parit ini
               memungkinkan  aliran  cairan  yang  kontinyu  di  atas  banyak  puting  kecap  yang  terdapat
               sepanjang sisi papilae ini. Aliran sekresi ini penting untuk menyingkirkan partikel-partikel dari
               sekitar  puting  kecap  sehingga  mereka  dapat  menerima  dan  memproses  rangsangan
               pengencapan yang baru. Selain kelenjar-kelenjar serosa yang berkaitan dengan jenis papilae
               ini, terdapat kelenjar mukosa dan serosa kecil yang tersebar di seluruh dinding rongga mulut
               lain-epiglotis, pharynx, palatum, dan sebagainya-untuk memberi respon terhadap rangsangan
               kecap (Anderson, 1999; Syaifuddin, 2012, Pearce, 2007).

               2.    Tenggorokan (Faring)
                     Merupakan  penghubung  antara  rongga  mulut  dan  kerongkongan.  Didalam  lengkung
               faring  terdapat  tonsil  (amandel)  yaitu  kelenjar  limfe  yang  banyak  mengandung  kelenjar
               limfosit  dan  merupakan  pertahanan  terhadap  infeksi,  disini  terletak  persimpangan  antara
               jalan nafas dan jalan makanan, letaknya dibelakang rongga mulut dan rongga hidung, di depan
               ruas  tulang  belakang.  Keatas  bagian  depan  berhubungan  dengan  rongga  hidung,  dengan
               perantaraan  lubang  bernama  koana,  keadaan  tekak  berhubungan  dengan  rongga  mulut
               dengan perantaraan lubang yang disebut ismus fausium. Tekak terdiri dari 3 bagian sebagai
               berikut.
               a.  Bagian superior
               b.  Bagian  ini  disebut  dengan  nasofaring.  Pada  nasofaring  bermuara  tuba  yang
                   menghubungkan tekak dengan ruang gendang telinga.
               c.  Bagian media
               d.  Bagian  ini  merupakan  bagian  yang  sama  tinggi  dengan  mulut.  Bagian  media  disebut
                   dengan orofaring.Bagian ini berbatas kedepan sampai diakar lidah.
               e.  Bagian inferior
               f.  Bagian  ini  merupakan  bagian  yang  sama  tinggi  dengan  laring.  Bagian  inferior  disebut
                   dengan laring gofaring yang menghubungkan orofaring dengan laring.

               3.    Kerongkongan (Esofagus)
                     Kerongkongan  adalah  tabung  (tube)  berotot  pada  vertebrata  yang  dilalui  sewaktu
               makanan  mengalir  dari  bagian  mulut  ke  dalam  lambung.  Sering  juga  disebut  dengan




                                                           94
   96   97   98   99   100   101   102   103   104   105   106