Page 65 - DAFTAR-ISI-DAN-ANATOMI-FISIOLOGI
P. 65

  ANATOMI FISIOLOGI  




                                                       Topik 2
                            Pentingnya Mengenal Sistem Persyarafan


                     Para mahasiswi  yang saya banggakan, sekarang kita akan belajar Topik 2, yang  akan
               membahas  tentang  pentingnya  mengenal  sistem  persyarafan.  Sistem  syaraf  manusia
               merupakan jalinan jaringan syaraf yang saling berhubungan, sangat khusus, dan kompleks.
               Sistem syaraf ini mengoordinasikan, mengatur, dan mengendalikan interaksi antara seorang
               individu dengan lingkungan sekitarnya. Sistem tubuh yang penting ini juga mengatur aktivitas
               sebagin  besar  sistem  tubuh  lainnya.  Tubuh  mampu  berfungsi  sebagai  satu  kesatuan  yang
               harmonis karena pengaturan hubungan syaraf diantara berbagai sistem.
                     Dalam praktik kebidanan sistem persyarafan penting dipelajari karena banyak gangguan
               pada kehamilan, persalinan, nifas dan balita yang berhubungan dengan sistem persyarafan.
               Pengetahuan  yang  memadai  mengenai  anatomi  dan  fisiologi  sistem  persyarafan  menjadi
               sangat penting untuk dipelajari guna menunjang tugas Anda. Dengan mengenal anatomi dan
               fungsi sistem persyarafan, Anda bisa mendeteksi organ yang normal dan tidak normal dan
               memberikan intervensi yang tepat.
                     Para mahasiswi, dalam Topik 2 ini kita akan membahas mengenai sistem syaraf, sistem
               syaraf pusat dan sistem syaraf tepi. Setelah mempelajari topik ini Anda mampu menjelaskan
               sistem syaraf, sistem syaraf pusat, dan sistem syaraf tepi. Untuk selanjutnya marilah kita bahas
               Topik 2 mengenai sistem syaraf, sistem syaraf pusat, dan syaraf tepi.

               A.    SISTEM SYARAF

                     Sistem syaraf merupakan salah satu sistem koordinasi yang bertugas menyampaikan
               rangsangan  dari  reseptor  untuk  dideteksi  dan  direspon  oleh  tubuh.  Sistem  syaraf
               memungkinkan makhluk hidup tanggap dengan cepat terhadap perubahan-perubahan yang
               terjadi di lingkungan luar maupun dalam. Sistem syaraf terdiri dari jutaan sel syaraf (neuron).
               Fungsi sel syaraf adalah mengirimkan pesan (impuls) yang berupa rangsang atau tanggapan.
               Ada tiga komponen yang harus dimiliki oleh sistem syaraf untuk menanggapi rangsangan,
               yaitu:  1)  Reseptor,  adalah  alat  penerima  rangsangan  atau  impuls.  Pada  tubuh  kita  yang
               bertindak sebagai reseptor adalah organ indra. 2) Penghantar impuls, dilakukan oleh syaraf
               itu  sendiri.  Syaraf  tersusun  dari  berkas  serabut  penghubung  (akson).  Pada  serabut
               penghubung terdapat sel-sel khusus yang memanjang dan meluas. Sel syaraf disebut neuron.
               3)  Efektor,  adalah  bagian  yang  menanggapi  rangsangan  yang  telah  diantarkan  oleh
               penghantar  impuls.  Efektor  yang  paling  penting  pada  manusia  adalah  otot  dan  kelenjar
               (Sloane, 2012; Pearce, 2007).
                     Sistem  syaraf  terdiri  atas  sel-sel  syaraf  yang  disebut  neuron.  Neuron  bergabung
               membentuk suatu jaringan untuk mengantarkan impuls (rangsangan). Satu sel syaraf tersusun
               dari badan sel, dendrit, dan akson.Badan sel syaraf merupakan bagian yang paling besar dari
               sel syaraf Badan sel berfungsi untuk menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya
               ke akson. Pada badan sel syaraf terdapat inti sel, sitoplasma, mitokondria, sentrosom, badan



                                                           58
   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69   70