Page 126 - BMP Pendidikan Agama Kristen
P. 126
112
akan segera padam. Demikianlah juga dengan pertumbuhan iman dari
seseorang manusia rohani. Api itu ibarat iman. Api yang membara itu ibarat
pertumbuhan iman yang menyala-nyala. Kayu itu seumpama bayi atau
manusia rohani tersebut. Kumpulan kayu dalam api unggun disebut sebagai
kumpulan orang beriman, atau yang kita kenal sebagai gereja. Jadi, bila api
pada potongan kayu yang menjauh dari tumpukkan kayu di api unggun
akan padam, maka demikian juga pertumbuhan iman dari seorang manusia
rohani akan padam ketika dia menjauhkan diri dari perkumpulan orang-
orang beriman atau gereja. Berdasarkan gambaran sederhana, maka posisi
dan peran gereja itu amat sangat penting!
Dengan demikian, pada kegiatan pembelajaran ketiga ini, mahasiswa/i
diajak untuk mengenal lebih jauh mengenai apa itu gereja, menghayati
tugas panggilan dan sifat-sifat gereja, serta bersedia mengembangkan sikap
oikumene dalam hubungan antar gereja di dalam kehidupan kehidupan
beriman, berbangsa dan bernegara. Kemampuan akhir yang diharapkan dari
kegiatan pembelajaran ketiga ini adalah:
1) Mahasiswa menjelaskan definisi, peran dan tugas gereja
2) Mahasiswa menelaah sifat gereja dan sistem pemerintahan yang
berbeda-beda
3) Mahasiswa mengimplementasikan sikap oikumene dalam hubungan
antar gereja di dalam kehidupannya sehari-hari.
Adapun topik-topik yang akan dibahas pada kegiatan pembelajaran ini
adalah:
1. Asal usul gereja
2. Definisi, peran dan tugas gereja
3. Sifat gereja dan sistem pemerintahan gerejawi
4. Perkembangan gereja dari Yerusalem hingga Indonesia
5. Gerakan keesaan gereja
6. Gereja dan Universitas Kristen Indonesia
7. Kesimpulan
B. Asal Usul Gereja
Setiap orang yang telah menjadi pengikut Yesus biasanya memiliki
waktu dan tempat tertentu untuk berkumpul. Para pengikut Yesus Kristus

