Page 247 - BMP Pendidikan Agama Kristen
P. 247
233
kesejahteraannya adalah kesejahteraan bangsa Israel juga. Apabila dalam
Taurat dikenal prinsip nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi,
tangan ganti tangan, kaki ganti kaki (Ul. 19: 21), namun Yesus justru berkata:
“Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi
Aku berkata kepadamu: janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat
kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga
kepadanya pipi kirimu.” (Mat. 5:38, 39).
C. Hak dan Kewajiban Warganegara dalam Hukum Nasional
Berkenaan dengan hukum dikenal hak dan kewajiban. Apabila hukum
objektif sebagai hukum dalam suatu negara yang berlaku umum dan tidak
mengenai orang atau golongan tertentu saja, maka hukum yang timbul dari
hukum objektif dan berlaku terhadap seorang tertentu atau lebih disebut
sebagai hukum subjektif yang disebut juga hak. Subjek hukum merupakan
segala sesuatu yang menurut hukum dapat menjadi pendukung hak dan
kewajiban, yang berupa manusia (natuurlijk persoon) dan badan hukum
(Rechts persoon). Tidak seorangpun manusia yang tidak mempunyai hak,
tetapi konsekwensinya orang lain pun memiliki hak yang sama dengannya.
Jadi hak pada pihak yang satu berakibat timbulnya kewajiban pada pihak
yang lain. Untuk terjadinya “hak dan kewajiban”, diperlukan suatu
“peristiwa” yang oleh hukum dihubungkan sebagai suatu akibat. Artinya,
hak seseorang terhadap sesuatu benda mengakibatkan timbulnya kewajiban
pada orang lain, yaitu menghormati dan tidak boleh mengganggu hak
tersebut. Demikian juga kewajiban yang ada pada diri seseorang
menimbulkan hak pada orang lain.
Istilah hak asasi manusia yang sering di dengar merupakan hak yang
dimiliki manusia yang diperoleh dan dibawanya bersamaan dengan
kelahirannya di bumi atau kehadirannya dalam kehidupan masyarakat.
Pada umumnya beberapa hak dimiliki setiap orang tanpa perbedaan atas
dasar bangsa, ras, agama, atau jenis kelamin, dan oleh karena itu bersifat
asasi (mendasar) dan universal. Dasar dari semua hak asasi ialah bahwa
manusia harus mendapat kesempatan untuk berkembang sesuai bakat dan
10
cita-citanya. Secara historis perjuangan menegakkan hak asasi manusia di
10 Miriam Budiardjo. Dalam Kumpulan Essai: Pembangunan Politik, Situasi Global, dan
HAM. (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1994), 429.

