Page 111 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 111
1.1. Konsep Dasar Perusahaan yang Go Public
Pada hakikatnya, setiap perusahaan memiliki berbagai alternatif
sumber pendanaan, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar
perusahaan. Alternatif pendanaan dari dalam perusahaan umumnya
dengan menggunakan laba yang ditahan perusahaan. Sedangkan
pendanaan dari luar perusahaan dapat berasal dari kreditur berupa utang
maupun pendanaan yang bersifat penyertaan dalam bentuk saham.
Pendanaan melalui penyertaan umumnya dilakukan dengan menjual
saham perusahaan kepada masyarakat atau sering dikenal dengan
penawaran umum atau go public. Untuk go public, perusahaan perlu
melakukan persiapan internal dan penyiapan dokumen sesuai dengan
persyaratan untuk go public serta memenuhi persyaratan yang ditetapkan
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).
Persyaratan dan tata cara atau prosedur go public diatur oleh UU Pasar
Modal dan Peraturan Pelaksanaannya.
Ada banyak sekali manfaat/keuntungan yang dapat dinikmati oleh
perusahaan jika ia melakukan Go Public. Namun di antara berbagai
manfaat itu, ada empat yang boleh dikatakan sebagai manfaat utama,
yaitu:
1) Mendapatkan tambahan modal dari masyarakat investor.
2) Membagi risiko usaha bisnis dengan para investor.
3) Reputasi perusahaan menjadi semakin bonafit, karena telah
menjalani proses go public yang sangat ketat. Biasanya perusahaan
yang memiliki reputasi bonafit dan image yang positif lebih mudah
menjalin mitra bisnis yang baru.
4) Perusahaan go public akan mendapatkan potongan PPh sebesar 5%.
Namun perlu diingat bahwa disamping manfaat/keuntungan tersebut,
perusahaan yang go public mesti patuh pada beberapa kewajiban sebagai
berikut :
1) Laporan rutin. Setiap perusahaan yang go public secara periodik
wajib membuat laporan kepada pihak Bursa Efek Indonesia, bisa saja
per kuartal atau tahunan. Tentu saja untuk membuat laporan tersebut
diperlukan biaya.
87

