Page 93 - Koleksi Ceritera Bitara
P. 93

TEMA : KEMERDEKAAN
                   TAJUK : ADENANTHERA YANG MERDEKA


                   Pohon saga nan berabad riwayatnya kusapa,
                   Kusoal banirnya yang menjalari lantai bumi; Sungguh bahagianya
                   dikau,
                   Kulihat dedaunanmu menari bebas seiring melodi semilir,
                   Kulihat lenggok tubuhmu rancak meregang sendi rantingmu,
                   Bebas merdeka nian jasad rohmu.

                   Pohonan tua itu tersentak membalas; Sememangnya tika ini aku
                   diselubungi bahagia,
                   Jasad firasat jiwa rohnya aku bebas,
                   Namun di balik selindung kebebasan yang aku pamerkan,
                   Tersisip ceritera derita yang dipendam sendu,
                   Akarku menjadi saksi akan coretan penderitaan lampau,
                   Dedaunanku dulu sering saja memerhati roh diseksa paksa,
                   Rerantingku acapkali mendengar keluh rintih jiwa yang digenggam
                   pedih pendusta durjana,
                   Natijahnya bercucuran rintik-rintik merah pekat bak bijiku.

                   Nuraniku pun bermonolog sepi tatkala mendengari ujarnya si
                   Adenanthera,
                   Sudah berdekad lama bumiku merdeka,
                   Namun demokrasi yang didiskriminasi mencetus demonstrasi
                   provokasi,
                   Globalisasi kian menghasuti realiti lantaran si hipokrit membanting
                   tulang membina konkrit
                   perit,
                   Yang berpakukan longlai sang manusia mungil bersimenkan dusta
                   yang direka cipta,
                   Demi menyuapi nafsu bisu nan berbisa,
                   Naluriku sebak memilu tatkala mengenang ilustrasi bumi yang
                   diselaputi identiti mati.


                   ABDUL HANIS BIN OTHMAN

















                                                                                  61
   88   89   90   91   92   93   94   95   96   97   98