Page 11 - Modul Fisika Kelas XI KD 3.10
P. 11
dipinggir tikungan.
e) Gelombang bunyi mengalami perpaduan (interferensi) Gelombang bunyi
mengalami gejala perpaduan gelombang atau interferensi, yang
dibedakan menjadi dua yaitu interferensi konstruktif atau penguatan
bunyi dan interferensi destruktif atau pelemahan bunyi. Misalnya waktu
kita berada diantara dua buah loud-speaker dengan frekuensi dan
amplitudo yang sama atau hampir sama maka kita akan mendengar bunyi
yang keras dan lemah secara bergantian. Penerapan dari sifat-sifat
gelombang bunyi diantaranya:
✓ Dua astronout tidak dapat bercakap-cakap langsung tetapi
menggunakan alat komunikasi seperti telepon karena keadaan dalam
pesawat dibuat hampa udara.
✓ Terjadinya gaung, yaitu sebagian bunyi pantul bersamaan dengan
bunyi asli sehingga bunyi asli terdengar tidak jelas.
✓ Pada malam hari bunyi petir terdengar lebih keras daripada siang
hari.
✓ Kita dapat mendengar bunyi ditikungan meskipun kita belum melihat
mobil tersebut karena terhalang tembok yang tinggi.
Medium Perambatan Bunyi Medium yang bisa digunakan untuk perambatan
bunyi bisa bereujud gas, cair, dan padat. Gelombang bunyi dalam medium
tersebut bentuknya masih berupa gelombang longitudinal. Kecepatan rambat
bunyi pada setiap medium berbeda tergantung dari jenis mediumnya. Untuk di
udara, bunyi dapat merambat dengan kecepatan 340 m/s. Semakin besar
kerapatan medium maka semakin tinggi kecepatan merambattnya.Pada medium
bereujud padat seperti besi, bunyi dapat merambat hingga 5 km per detik.
Pernah merasa bingung kenapa saat berbicara di alam terbuka, suara Anda
bisa terdengar sampai jauh? Apalagi kalau Anda berada di atas gunung, suara
lantang dari penduduk bisa terdengar sampai puncak gunung. Hal tersebut bisa

