Page 14 - hand out aksi 3
P. 14
Beberapa fungsi dari buku besar dalam akuntansi yaitu adalah sebagai
berikut ini:
1. Sebagai alat untuk meringkas data transaksi yang telah dicatat dalam jurnal
(umum).
2. Sebagai alat untuk menggolongkan data keuangan serta dapat untuk
mengetahui jumlah atau keadaan rekening (akun) yang sebenarnya apakah
ada perbedaan atau tidak.
3. Sebagai dasar penggolongan transaksi yang ada atau telah dicatat dalam
jurnal.
4. Sebagai bahan atau informasi untuk menyusun laporan keuangan.
5. Sebagai bukti atau validasi dari semua data yang telah terkumpul.
6. Pembaharuan terhadap akun yang terdapat pada buku besar umum dan
berkas berkas data transaksi.
7. Sebagai pencatatan penyesuaian terhadap akun akun perusahaan.
8. Persiapan laporan keuangan sederhana excel di akhir periode akuntansi.
9. Media klasifikasi dan pencatatan kode data transaksi yang bersumber dari
akun-akun perusahaan.
Selain fungsi-fungsi dari buku besar akuntansi perusahaan di atas, ada
pula manfaat baik dalam bentuk T, skontro, dan staffle, di antaranya
adalah:
1. Pencatatan data transaksi bisnis yang akurat yang terjadi selama periode
akuntansi. Setiap data tersebut akan lebih mudah dipertanggung jawabkan
ketika akhir periode yaitu pada saat pembuatan laporan keuangan. Dengan
catatan data transaksi yang tepat dan akurat, maka pembuatan laporan
keuangan akan lebih mudah juga.
2. Memposting semua transaksi yang terjadi dalam bisnis dengan benar
berdasarkan akun akun perusahaan.
3. Menyeimbangkan debet dan kredit dalam akun perusahaan.
4. Mempermudah proses pembuatan jurnal penyesuaian dengan catatan data
transaksi yang akurat.
Bentuk Buku Besar
Sebelum masuk ke bagian cara membuat dan contoh buku besar perusahaan
dagang, ada beberapa bentuk dari pencatatn akuntansi ini yang perlu Anda
pahami terlebih dahulu, yaitu adalah:
1. Buku Besar Bentuk T
Buku besar perusahaan dengan bentuk T dalam akuntansi atau keuangan
merupakan salah satu bentuk yang paling sederhana di mana bentuknya
terlihat seperti huruf T besar.

