Page 23 - E-MODUL LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT TERINTEGRASI ETNOSAINS
P. 23
Zat terlarut (solute) dan pelarut (solvent) adalah dua istilah yang sering dipakai
dalam pembahasan larutan. Secara umum zat yang bagiannya lebih besar di dalam
larutan dikatakan sebagai pelarut sedangkan zat yang bagiannya lebih sedikit
disebut zat terlarut. Partikel zat terlarut yang sudah tercampur tidak terlihat dan sulit
dibedakan dengan pelarutnya akan membentuk larutan Homogen.
Gambar 7. Larutan Soda Kostik
Sumber: dokumen pribadi
Awal proses pewarnaan batik umumnya para pengrajin batik membuat terlebih
dahulu larutan soda kostik / NaOH untuk membantu pelarutan pewarna napthol. Jika
mereka menggunakan 50 gram soda kostik dengan 1 liter air maka sudah
mempunyai larutan NaOH yang sudah siap digunakan tersebut. Pengrajin batik
sering menggunakan fase larutan suatu senyawa untuk proses pembuatan batik.
Begitu pula dengan materi larutan elektrolit dan non elektrolit yang kita akan pelajari.
Berikut di bawah ini gambaran materi yang akan kita pelajari di modul ini.
Larutan
Elektrolit
Non Elektrolit
Elektrolit kuat Elektrolit lemah Senyawa
kovalen tidak
terionisasi
Senyawa
kovalen
terionisasi
Senyawa Senyawa sebagian
ion kovalen
terionisasi terionisasi
sempurna sempurna
Gambar 8. Konsep Materi Larutan Elektrolit dan Non elektrolit
17

