Page 32 - Warta & Buletin Mingguan GKI Anugerah - Vox Gratia (Edisi 02 - 08 Januari 2023)
P. 32
RENUNGAN HARIAN GKIA
MENGHADAP ALLAH DENGAN HATI YANG TULUS IKHLAS Sabtu |14 Januari 2023
M DOA :
1 Tuhan, kudatang menghadap Engkau dengan hati yang tulus dan iman yang teguh. Amin.
M
2 Ibrani 10:22
Ayat mas:
Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena
hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. Marilah
kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia. (Ibrani 10:22)
M Apakah kita sudah sungguh-sungguh menyiapkan diri dan hati ketika kita datang kepada Tuhan untuk beribadah kepada-
3 Nya?
P Kita harus sadar bahwa ketika kita datang beribadah di Gereja, sesungguhnya kita sedang masuk ke Tempat
E Kudus, bahkan Tempat Maha Kudus. Bangsa Israel di zaman PL tidak dapat sembarangan masuk ke Tempat
N Kudus. Hanya para imam yang boleh masuk ke Tempat Maha Kudus di kemah pertemuan maupun di Bait
D Allah.
A Ada persyaratan-persyaratan tertentu bagi imam itu, yaitu imam itu harus menguduskan diri sebelum ia boleh
L
A masuk ke sana. Jadi di masa PL, tidak sembarang orang yang boleh datang menghadap TUHAN di Tempat
M Kudus-Nya. Akan tetapi, di masa PB, dengan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, maka darah Yesus itulah
A yang menguduskan kita dan membuat kita dapat masuk ke dalam Tempat Kudus (lihat Ibrani 10:19). Yesus
N Kristus menjadi Imam Besar, perantara antara kita dengan Allah (lihat Ibrani 10:21).
Merupakan sebuah hak istimewa (privilege) bagi kita untuk menghadap Allah. Dan cara menghadap Allah
adalah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh (lihat Ibrani 10:22). Hati yang tulus ikhlas
menggambarkan sikap hati kita yang bersih dari motivasi yang tidak benar dalam menghadap Tuhan.
Keyakinan iman yang teguh menggambarkan pentingnya memiliki iman yang sungguh-sungguh, yang harus
kita miliki dalam menghadap Tuhan.
Pada hakikatnya, kita tidak bisa main-main dalam menghadap hadirat Tuhan. Kita harus membersihkan diri
kita dari hal-hal yang jahat dan dibasuh dalam air yang murni. Intinya, kita menghadap Tuhan dengan tidak
sembarangan, kita datang kepada-Nya dengan sikap hati yang benar dan kudus. (Susamsuri)
M Perhatikan alur pikiran Ibrani 10:19-25, yaitu sebagai berikut: Karena jalan masuk kepada Allah melalui ibadah telah
4 dibuka oleh darah Kristus yang sempurna (ayat 19-21), kita harus menghadap Allah dengan keberanian dan kesucian
(ayat 22), memegang teguh iman kita (ayat 23), dan mengembangkan persekutuan secara tepat (ayat 24-25). Apakah
Anda sudah melakukan semua itu? Jelaskan jika sudah: Bagaimana dan dalam konteks apa?
M Sharingkan dalam KOMIT bagaimana Anda berdoa sehari-hari dan bagaimana Anda beribadah onsite dalam Kebaktian
5 hari Minggu. Ceritakan hal ini: seorang peserta ibadah pulang sambil mengeluh, “Saya enggak dapat apa-apa hari ini!”
Ungkapan tersebut merupakan ekspresi ketidakpuasan seseorang terhadap ibadah yang diikuti, dan tidak sesuai
dengan harapannya. Hal ini menyiratkan bahwa ibadah dihayati sebagai momentum untuk memuaskan kebutuhan
semu seseorang. Ia salah besar. Yang benar: Ibadah adalah saat seseorang berjumpa dengan Tuhan. Khususnya, saat ia
mensyukuri karya keselamatan Kristus yang telah mengubah hidupnya.
IT IS THE PLEASING OF GOD THAT IS AT THE HEART OF WORSHIP
(ADALAH MENYENANGKAN ALLAH, ITULAH HATI/JANTUNG IBADAH) – R.C. Sproul
32

