Page 27 - Modul Pembelajaran Dasar-Dasar Pemetaan
P. 27
penduduk. Data teristris dapat disajikan dalam bentuk peta, tabel, grafik, atau
hasil perhitungan saja
c) Data Peta adalah data yang sudah dalam bentuk peta yang siap digunakan.
Guna keperluan SIG melalui komputerisasi, data-data dalam peta
dikonversikan ke dalam bentuk digital.
2) Proses pemasukan data. Ada 2 jenis data yang di input dalam SIG yaitu:
a) Data spasial untuk memasukkan data spasial ke dalam SIG dapat dilakukan
dengan dua cara, yaitu digitasi dan penyiaman (scanning).
- Digitasi. Proses digitasi terdiri atas empat tahap, yaitu Penyiapan
peta yang akan didigitasi, Menentukan koordinat peta, mengedit
data sebelum disimpan ke data dasar, memasukan atribut dengan
kode.
- Penyiaman (scanning) dapat dilakukan menggunakan detektor
elektronik yang dapat bergerak. Penyiaman yang terkenal ialah
penyiaman tabung (drum scanner) dan penyiaman datar (flatbed
scanner).
b) Data Atribut. Data atribut suatu objek dapat berupa data kualitatif dan data
kuantitatif.
- Kualitatif adalah data hasil pengamatan yang dinyatakan dalam
bentuk deskriptif yang diperoleh dari pengisian angket;
wawancara, dan tanya jawab. Data kualitatif berfungsi untuk
memperlihatkan perbedaan jenis atau rupa. Sebagai contoh, data
kualitatif dalam peta tata guna lahan, antara lain permukiman,
sawah, kawasan industri, tegalan, dan hutan.
- Data Kuantitatif adalah data hasil pengamatan yang dinyatakan
dalam bilangan. Data kuantitatif berfungsi untuk
memperlihatkan perbedaan nilai dari objek.
b. Proses Pengolahan
Dalam proses pengolahan data meliputi manipulasi dan analisis data merupakan
aktivitas yang meliputi antara lain membuat basis data baru, menghapus basis data,
membuat tabel basis data, mengisi dan menyisipkan data ke dalam tabel, mengubah
dan mengedit data, serta membuat indeks untuk setiap tabel basis data.
c. Keluaran (output)

