Page 218 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 218
Hobgoblins agak masuk akal.
'Ada yang bagus di sana?' tanya Ron selagi Harry menutup majalah itu.
'Tentu saja tidak,' kata Hermione dengan pedas, sebelum Harry bisa menjawab.
'The Quibbler itu sampah, semua orang tahu itu.'
'Maaf,' kata Luna; suaranya mendadak kehilangan sifat bermimpinya. 'Ayahku
editornya.'
'Aku -- oh,' kata Hermione, terlihat malu. 'Well ... itu punya beberapa hal
menarik
... maksudku, itu agak ...'
'Akan kuambil kembali, terima kasih,' kata Luna dengan dingin, dan dengan
mencondongkan badan ke depan dia merenggutnya dari tangan Harry. Setelah
membalik-baliknya ke halaman lima puluh tujuh, dia membalikkannya lagi
dengan tegas dan menghilang ke baliknya, persis ketika pintu kompartemen
terbukan untuk ketiga kalinya.
Harry menoleh; dia telah mengharapkan hal ini, tetapi itu tidak membuat
penampakan Draco Malfoy menyeringai kepadanya diapit kroni-kroninya
Crabbe dan Goyle lebih menyenangkan.
'Apa?' dia berkata dengan agresif, sebelum Malfoy bisa membuka mulutnya.
'Yang sopan, Potter, atau akan kuberi kau detensi,' Malfoy berkata dengan nada
panjang, rambutnya yang pirang rapi dan dagunya yang runcing persis ayahnya.
'Kau lihat bahwa aku, tak seperti kamu, telah dijadikan prefek, yang berarti
bahwa aku, tak seperti kamu, punya kuasa untuk memberikan hukuman.'
'Yeah,' kata Harry, 'tapi kau, tak seperti aku, adalah orang brengsek, jadi
enyahlah dan tinggalkan kami sendiri.'
Ron, Hermione, Ginny dan Neville tertawa. Bibir Malfoy mencibir.
'Beritahu aku, bagaimana rasanya menjadi yang terbaik-kedua terhadap Weasley,
Potter?' dia bertanya.
'Diam, Malfoy,' kata Hermione dengan tajam.

