Page 443 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 443

'Bekas luka para Pelahap Maut. Voldemort menyentuh salah satu dari mereka,

               dan semua bekas luka mereka terbakar, dan mereka tahu mereka harus
               bergabung dengannya.'

               'Well ... ya,' kata Hermione pelan, ' dari sanalah aku dapat ide, tapi kau akan

               memperhatikan bahwa aku memutuskan untuk mengukirkan tanggal ke
               potongan logam bukannya pada kulit anggota-anggota kita.'

               'Yeah ... aku lebih suka caramu,' kata Harry sambil menyeringai selagi dia

               menyelipkan Galleonnya ke dalam kantongnya. 'Kurasa satu-satunya bahaya
               dengan ini adalah kita mungkin membelanjakannya secara tidak sengaja.'

               'Peluangnya kecil,' kata Ron, yang sedang memeriksa Galleon palsunya sendiri

               dengan suasana sedikit murung. 'Aku tidak punya Galleon asli yang bisa
               tertukar.'

               Sementara pertandingan Quidditch pertama pada musim ini, Gryffindor lawan

               Slytherin, semakin mendekat, pertemuan DA mereka ditunda karena Angelina
               memaksakan latihan yang hampir setiap hari. Kenyataan bahwa Piala Quidditch
               belum diadakan lagi begitu lama menambah minat dan gairah yang cukup besar
               di sekitar pertandingan yang akan datang; anak-anak Ravenclaw dan Hufflepuff
               sangat tertarik pada hasilnya, karena mereka, tentu saja, akan bermain melawan
               kedua tim pada tahun mendatang; dan para Kepala Asrama tim-tim yang
               bersaing, walaupun mereka berusaha menyamarkan dengan semangat olahraga
               pura-pura, bertekad untuk melihat pihak mereka sendiri menang. Harry sadar
               seberapa Profesor McGonagall peduli untuk mengalahkan Slytherin ketika dia
               tidak memberikan mereka pekerjaan rumah pada minggu sebelum pertandingan.


               'Kukira kalian sudah punya cukup untuk dikerjakan,' katanya dengan angkuh.
               Tak seorangpun benar-benar mempercayai telinga mereka sampai dia
               memandang langsung kepada Harry dan Ron dan berkata dengan muram, 'Aku
               sudah menjadi terbiasa melihat Piala Quidditch di ruang kerjaku, anak-anak, dan
               aku tidak mau harus menyerahkannya kepada Profesor Snape, jadi gunakan
               waktu tambahan ini untuk berlatih, bisakah?'


               Snape tidak kurang jelasnya ikut mendukung; dia telah memesan lapangan
               Quidditch untuk Slytherin begitu seringnya sehingga anak-anak Gryffindor
               kesulitan memasukinya untuk bermain. Dia juga menulikan telinganya pada
               banyak laporan mengenai usaha-usaha anak-anak Slyhterin untuk mengguna-
               gunai para pemain Gryffindor di koridor. Ketika Alicia Spinnet muncul di sayap
   438   439   440   441   442   443   444   445   446   447   448