Page 251 - Filosofi Teras
P. 251

Menurut Irvine, practice poverty bisa membantu kita melawan
                      adaptasi kenikmatan tersebut. Dengan rutin “mengguncang” base
                      level diri sendiri, maka kita kembali menghargai apa yang telah kita
                      miliki. Jika kita terbiasa makan enak, maka saat menghabiskan waktu
                      untuk makan makanan yang tidak enak dan sangat sederhana, kita

                      jadi kembali mengapresiasi makanan enak yang kita konsumsi
                      selama ini. Saat terbiasa naik kendaraan pribadi, dan kemudian
                      merasakan berdesakan bersama orang lain di kendaraan umum, kita
                      akan kembali "menemukan” nikmatnya kendaraan pribadi. Saat
                      memakai busana murah berbahan kasar, kita akan kembali
                      menghargai pakaian bagus yang kita miliki. Saat kita menemukan
                      kembali nikmatnya segala sesuatu yang telah kita miliki, maka kita
                      pun bisa merasa lebih bahagia.


                      Di antara begitu banyak kenikmatan dan fasilitas dari kehidupan
                      modern, makanan (food) mungkin adalah ujian terbaik mengenai
                      pengendalian diri (self control). Makanan relatif tersedia di mana-
                      mana, dengan berbagai kualitas dan harga. Mengenai makanan,
                      salah satu filsuf Stoa bernama Musonius Rufus memiliki prinsip yang
                      umum kita dengar sekarang sebagai "makan untuk hidup, bukan

                      hidup untuk makan”. Bagi Musonius, makanan ada hanya untuk
                      sekadar mempertahankan hidup dan bukan sebagai sumber
                      kenikmatan. "Bahwa Tuhan menyediakan makanan dan minuman
                      hanya untuk mempertahankan hidup dan bukan sumber kenikmatan,
                      dapat dibuktikan dari ini: ketika makanan menjalankan fungsinya
                      (dalam pencernaan dan penyerapan), ia tidak memberikan

                      kenikmatan apa pun bagi manusia.” [The Daily Stoic]. Walaupun kita
   246   247   248   249   250   251   252   253   254   255   256