Page 273 - Filosofi Teras
P. 273

Suatu hari, Epictetus bertanya kepada seorang laki-laki apakah
                            ia mempunyai istri dan anak. Orang itu mengiyakan. Epictetus

                            bertanya, "Kamu senang tidak menjadi suami dan ayah?”

                            "Saya menderita,” jawabnya.

                            Maka Epictetus bertanya, "Lho, kok bisa? Laki-laki menikah dan
                            memiliki anak tidak untuk menderita, tetapi untuk bahagia."

                            Orang itu menjawab, "Saya sangat cemas akan anak saya yang

                            malang. Waktu itu, ketika anak perempuan saya sakit dan
                            tampak terancam jiwanya, saya tidak kuat untuk terus berada di
                            sisinya. Saya harus beranjak pergi dari sisi ranjangnya sampai
                            saya mendapat kabar bahwa ia sudah membaik."

                            "Kalau begitu," jawab Epictetus, "Apakah menurutmu kamu
                            sudah melakukan hal yang benar di situasi tersebut?"

                            "Saya melakukan hal yang wajar/alamiah”, jawabnya.


                            "Jika kamu bisa meyakinkan saya bahwa kamu sudah berlaku
                            wajar/alamiah dengan meninggalkan putrimu yang sakit, maka
                            saya siap mendukungmu bahwa apa yang kamu lakukan sudah
                            benar, karena sudah ‘selaras dengan Alam.'"

                            “Ini adalah hal yang harus dirasakan hampir semua ayah."

                            "Saya tidak menyangkal reaksimu waktu itu terjadi," kata

                            Epictetus. "Isunya di sini adalah apakah reaksimu
                            meninggalkannya saat sakit itu harus dilakukan. Karena, jika
                            mengikuti jalan pikiranmu tadi, maka tumor adalah hal yang baik
                            bagi tubuh, karena tumor timbul secara alami. Jadi, tunjukan
                            pada saya bahwa apa yang kamu lakukan— meninggalkan
                            anakmu saat sakit—adalah hal alami."

                            "Rasanya saya tidak mampu. Ya sudah, bagaimana kalau ANDA

                            yang menunjukkan mengapa hal yang saya lakukan tidak selaras
                            dengan Alam, dan tidak semestinya terjadi?”

                            "Katakan pada saya, apakah kasih sayang antarkeluarga adalah
                            hal yang baik, dan selaras dengan Alam?"

                            "Tentunya."

                            "Setujukah kamu bahwa segala hal yang rasional juga selaras

                            dengan Alam?"
   268   269   270   271   272   273   274   275   276   277   278