Page 159 - MODUL PELAJARAN KELAS X 2021-2022 untuk Flipping Book
P. 159

Sedikit tentang Kitab Ibrani
                             Penulis : Tidak Disebutkan. Tanggal Penulisan: 67-69 M (tidak dapat dipastikan).
                  Tidak diketahui kepada siapa surat ini dialamatkan. Judul kitab ini di dalam naskah-naskah Yunani
                 yang tertua hanyalah, "Kepada Orang Ibrani." Sekalipun demikian isi surat ini menunjukkan bahwa
                   surat ini ditujukan kepada orang-orang Kristen Yahudi di Roma.  Para penerima surat ini mungkin

                    terdiri atas kelompok-kelompok persekutuan rumah yang mulai menunjukkan tanda-tanda akan
                 meninggalkan iman mereka kepada Yesus dan kembali kepada kepercayaan Yahudi mereka, karena
                                                                        mereka dianiaya dan putus asa.
               Penulis Surat Ibrani ini tidak disebutkan baik dalam judul kitab yang semula maupun sepanjang surat
                ini, sekalipun ia merupakan tokoh yang cukup dikenal pembacanya (Ibr 13:18-24). Oleh karena satu
              dan lain alasan, identitas penulis hilang sekitar akhir abad pertama. Selanjutnya dalam tradisi gerejani
                    mula-mula (abad ke-2 sampai ke-4) muncul berbagai pendapat mengenai orang yang mungkin

                 merupakan penulis surat ini. Pendapat bahwa Paulus menulis surat ini baru tersebar luas pada abad
               ke-5. Terlepas dari siapa penulis surat ini, hal ini dapat dipastikan: penulis menulis dengan kepenuhan
                                                     Roh dan wawasan, penyataan dan wibawa yang rasuli.
                  Tujuan: Surat Ibrani terutama ditulis kepada orang-orang Kristen Yahudi yang sedang mengalami
                 penganiayaan dan keputusasaan. Penulis berusaha untuk memperkuat iman mereka kepada Kristus

               dengan menjelaskan secara teliti keunggulan dan ketegasan penyataan Allah dan penebusan di dalam
                 Yesus Kristus. Ia menunjukkan bahwa penyediaan penebusan di bawah perjanjian yang lama sudah
                  digenapi dan tidak terpakai lagi karena Yesus telah datang dan menetapkan suatu perjanjian yang
                                                    baru oleh kematian-Nya yang mengerjakan perdamaian.


                                                                   Penulis menantang para pembacanya:
                   1.untuk tetap mempertahankan pengakuan mereka terhadap Kristus hingga pada kesudahannya,

                                                        2.untuk maju terus menuju kedewasaan rohani dan
                3.untuk tidak kembali kepada kehidupan di bawah hukuman dengan cara meninggalkan kepercayaan
                                                                                kepada Yesus Kristus.
   154   155   156   157   158   159   160   161   162   163   164