Page 41 - MODUL PELAJARAN KELAS X 2021-2022 untuk Flipping Book
P. 41
Banyak orang bila berbicara tentang kesederajatan antara perempuan dan laki-laki, sering terbatas pada
masalah pembagian tugas atau fungsi.
Banyak laki-laki ketika berbicara soal kesederajatan, lebih berfokus pada apa yang seharusnya
seorang perempuan perbuat baginya. Dan sebaliknya, perempuan berpikir apa yang seharusnya
laki-laki perbuat baginya. Selama manusia berpikir seperti itu, maka kesederajatan sulit diwujudkan.
Sebaliknya kesederajatan akan terwujud bila orang berpikir secara baru. Pikiran baru itu adalah
ketika laki-laki mampu berkata: perempuan diciptakan Tuhan sebagai penolong saya, berarti dia
(perempuan) Itu adalah bukti cinta Tuhan pada saya. Tuhan menghendaki saya berkembang lewat
bantuan dia, maka saya akan menghormati dan melakukan apapun yang terbaik bagi dia. Bila saya
menghormati dan mengasihi dia, saya pun mencintai Tuhan.
Demikian pula sebaliknya:perempuan berkata: saya telah diciptakan Tuhan sebagai penolong dia,
saya akan menghormati dan melakukan apa saja yang terbaik bagi dia, sebab hal itu merupakan
wujud saya mengasihi Tuhan.
Pikiran-pikiran semacam itu dapat diwujudkan melalui contoh berikut: Remaja laki-laki tidak akan
merasa gengsi bila terbiasa mau membantu keluarga mencuci piring atau masak.

