Page 234 - Laporan LangkahPeningkatan Kualitas Pengelolaan Kinerja Tw 4 Th 2017 KPPN Malang
P. 234

c.  Action Plan untuk Triwulan
                                                        mendatang per seksi/subbag
                                                        lebih fokus pada tupoksinya
                                                        masing-masing.



          CATATAN TENTANG DKO :
          A.  DKO adalah rapat – rapat yang membahas agenda kantor dan permasalahannya. Tidak terpancang
          dengan IKU mana yang harus dibahas, karena selama yang dibahas adalah agenda kerja, maka semua
          adalah masuk dalam tupoksi KPPN dan sudah terangkum dalam Kontrak Kinerja pemilik peta startegis .
          B.  DKO dimungkinkan untuk membahas agenda kantor terkini yang pembahasannya membutuhkan monev
          untuk jangka waktu berikutnya yang dituangkan dalam Matriks Tindak Lanjut (MTL) maupun agenda kegiatan
          tuntas.

          Output Seksi Pencairan Dana atas agenda pembahasan Evaluasi selama pengelolaan APBN Tahun 2017 &
          LLAT 2017 :
          ACTION PLAN DAN STRATEGI SEKSI PD UNTUK LLAT 2017 :
          A.  Masalah yang dihadapi seksi Pencairan Dana (mungkin berulang)

              1.  Beberapa satuan kerja terindikasi secara berulang setiap tahun menyampaikan SPM pada batas-
                 batas penyampaian. Perlu dilaksanakan pembinaan lebih lanjut.
              2.  Terdapat perubahan tata cara penyelesaian SPPT pada akhir tahun dimana MO PD tidak bisa
                 melakukan pencetakan SPPT.
              3.  Terdapat kesalahan pada setoran sisa UP/TUP menggunakan akun yang tidak sesuai.
          B.  Evaluasi Action Plan Dan Strategi Seksi Pd Untuk LLAT 2017
              1.  Perencanaan Kas

                 a)  Satker telah diingatkan mengenai batas-batas penyampaian RPD harian khususnya untuk SPM
                    transaksi besar yang diajukan tanggal 8 s.d. 21 Desember disampaikan ke KPPN paling lambat
                    tanggal  30  November  2017  melalui  berbagai  media,  grup  WA,  dan  media  sosial  Instagram.
                    Langkah ini dinilai efektif dikarenakan satuan kerja telah menyampaikan tepat waktu.

              2.  GUP/UP/TUP

                 a)  Satker  telah  diingatkan  mengenai  batas-batas  penyampaian  SPM  GUP/UP/TUP  melalui  media
                    tulisan, grup-grup WA , dan media instagram kepada satker dan dinilai efektif dikarenakan satuan
                    kerja telah menyampaikan tepat waktu.
                 b)  Untuk  menghindari  pemberian  UP/TUP  yang  melebihi  sisa  dana  UP  yang  bisa
                    dipertanggungjawabkan  pada  akhir  tahun  anggaran,  maka  dilakukan  pengujian  ketersediaan
                    pagu  DIPA  pada  saat  pengajuan  SPM-GUP  terakhir  dan  SPM-TUP.  Hal  ini  dirasakan  efektif
                    untuk mencegah tertolaknya SPM pada SPAN.
                 c)  Telah  dilakukan  himbauan  melalui  sarana  media  sosial  bagi  satuan  kerja  untuk  memastikan
                    setoran sisa dana UP/TUP Tahun Anggaran 2017 dilakukan penyetoran paling lambat tanggal 29
                    Desember 2017.

              3.  Penyelesaian Tagihan Kontraktual dan Nonkontraktual

                 a)  Senantiasa mengingatkan satuan kerja atas batas-batas penyampaian SPM-LS kontraktual dan
                     nonkontraktual  melalui  media  tulisan,  grup-grup WA ,  dan  media  instagram.  Hal  ini  dirasakan
                     efektif dengan melihat respon satuan kerja dengan menyampaikan SPM tepat waktu.

                 b)  Melaksanakan pemantauan atas sisa kontrak yang belum ditagihkan yang harus diajukan sesuai
                     batas waktu penyampaian SPM untuk dilakukan koordinasi dan informasi kepada satuan kerja.

                 c)  Menerima,  menatausahakan,  dan  melakukan  pemantauan  atas  Dokumen  Jaminan
                     Bank/Garansi Bank sesuai ketentuan yang berlaku.

              4.  Telah dilaksanakan koordinasi dengan Seksi Bank tentang :
   229   230   231   232   233   234   235   236   237   238   239