Page 65 - MODUL KELAS 5 TEMA 4
P. 65
1. Faktor Historis/Sejarah
Pada pelajaran sejarah, kita telah mengetahui bahwa nenek moyang bangsa
Indonesia sekarang ini berasal dari Yunan, yaitu suatu wilayah di Cina bagian selatan
yang pindah ke pulau-pulau di Nusantara. Perpindahan ini terjadi secara bertahap
dalam waktu dan jalur yang berbeda. Ada kelompok mengambil jalur barat melalui selat
Malaka menuju pulau Sumatra dan Jawa. Adapun kelompok lainnya mengambil jalan ke
arah timur, yaitu melalui Kepulauan Formosa atau Taiwan, di sebelah selatan Jepang,
menuju Filipina dan kemudian meneruskan perjalanan ke Kalimantan. Dari Kalimantan
ada yang pindah ke Jawa dan sebagian lagi ke pulau Sulawesi.
Selain itu Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya alam yang
melimpah terutama dalam hal rempah-rempah sehingga banyak negara-negara
asing ingin menjajah, seperti Portugis, Belanda, Inggris, dan Jepang. Perbedaan
jalur perjalanan, proses adaptasi di beberapa tempat persinggahan yang berbeda,
serta perbedaan pengalaman dan pengetahuan itulah yang menyebabkan timbulnya
perbedaan suku bangsa dengan budaya yang beranekaragam di Indonesia.
2. Faktor Pengaruh Keterbukaan terhadap Kebudayaan Asing
Globalisasi merupakan proses penting dalam penyebaran budaya dalam masyarakat
dunia terutama Indonesia dengan sistem demokrasinya menjadikan negara ini merupakan
negara yang terbuka. Dengan keterbukaan tersebut, masyarakat mudah menerima
budaya yang datang dari luar meski sering terjadi benturan budaya asing dengan
budaya lokal. Masuknya budaya asing inilah salah satu faktor memperkaya budaya
dan membuat masyarakat menjadi masyarakat multikultural. Bangsa Indonesia adalah
contoh bangsa yang terbuka. Hal ini dapat dilihat dari besarnya pengaruh asing dalam
membentuk keanekaragaman masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Pengaruh asing pertama yang mewarnai sejarah kebudayaan Indonesia adalah
ketika orang-orang India, Cina, dan Arab mendatangi wilayah Indonesia, disusul oleh
kedatangan bangsa Eropa. Bangsa-bangsa tersebut datang membawa kebudayaan
yang beragam. Daerah-daerah yang relatif terbuka, khususnya daerah pesisir, paling
cepat mengalami perubahan. Semakin baiknya sarana dan prasarana transportasi,
hubungan antarkelompok masyarakat semakin intensif dan semakin sering pula mereka
melakukan pembaruan. Adapun daerah yang terletak jauh dari pantai umumnya hanya
terpengaruh sedikit sehingga berkembang corak budaya yang khas pula.
3. Faktor Geografis
Indonesia juga memiliki letak geografis yang strategis yaitu di antara dua benua dan
dua samudra, sehingga Indonesia dijadikan sebagai jalur perdagangan internasional.
Oleh karena sebagai jalur perdagangan, banyak negara-negara asing datang ke
Indonesia dengan tujuan berdagang, seperti Cina, India, Arab, dan negara-negara Eropa.
Selain itu, Indonesia adalah negara yang terdiri dari pulau-pulau yang satu sama lain
dihubungkan oleh laut dangkal yang sangat potensial. Selain itu, bentuk pulau-pulau itu
memperlihatkan relief yang beraneka ragam. Perbedaan-perbedaan lainnya menyangkut
curah hujan, suhu dan kelembaban udara, jenis tanah, serta flora dan fauna yang
berkembang di atasnya. Perbedaan-perbedaan kondisi geografis ini telah melahirkan
berbagai suku bangsa, terutama yang berkaitan dengan pola kegiatan ekonomi mereka
dan perwujudan kebudayaan yang dihasilkan untuk mendukung kegiatan ekonomi
tersebut, misalnya nelayan, pertanian, kehutanan, perdagangan, dan lain-lain.
4. Faktor Fisik dan Geologis
Kalau dilihat dari struktur geologis, Indonesia terletak di antara tiga lempeng yang
berbeda yaitu Asia, Australia, dan Pasifik. Kondisi ini menjadikan Indonesia menjadi
Tematik 5 Tema 4 Sehat itu Penting 65

