Page 73 - MODUL KELAS 3 TEMA 3
P. 73
Burung gereja tidak menghiraukan perkataan Monyet.
Ia tetap mengumpulkan biji buah-buahan lalu
membawa biji itu ke atas bukit.
Esok harinya, Monyet bertemu lagi dengan Burung Gereja.
Monyet : “Hai Burung Gereja, kau sedang mencari biji-bijian lagi, ya?
Pantas saja kau tidak bertambah besar,
yang kau makan bijinya, bukan buahnya, hahaha.“
Burung Gereja hanya diam.
Dia terus mengumpulkan biji-biji apel yang dibuang Monyet.
Suatu hari turun hujan deras berhari-hari.
Lembah itu tertutup oleh air.
Semua binatang mengungsi ke atas bukit.
Mereka kedinginan dan kelaparan.
Ketika hujan berhenti, mereka turun ke lembah.
Mereka mencari makanan, tetapi semua
pohon tumbang tersapu air hujan.
Monyet : “Aku lapar, mengapa sama sekali tidak
ada buah
yang bisa dimakan?”
Monyet berjalan menyusuri lembah.
Ia bertemu dengan Burung Gereja.
Monyet : “Hai, Burung Gereja, kau kan bisa terbang tinggi,
bisakah kau tunjukkan padaku
dimana ada buah yang bisa kumakan? Aku lapar sekali.”
Burung Gereja : “Ayo, pergilah ke rumahku di atas bukit,
kau akan menemukan buah yang bisa kau makan!"
Monyet dan Burung Gereja pergi ke atas bukit.
Monyet terkejut melihat halaman rumah Burung Gereja.
Rumah itu dipenuhi dengan pohon yang berbuah lebat.
Pisang, apel, stroberi, dan banyak lagi yang lainnya.
Monyet : “Bagaimana bisa begitu banyak pohon buah
tumbuh di halaman rumahmu?“
Burung gereja : “Sudah lama aku mengumpulkan biji buah-buahan dan
menanamnya di halaman rumahku.
Aku menyiramnya dan membersihkan
rumput-rumput liar yang tumbuh.”
Monyet : “Oh, itulah sebabnya kau selalu mengumpulkan
biji buah-buahan yang dibuang.
Burung Gereja memberi tahu hewan-hewan lain.
Ia membagi buah-buahnya dengan hewan lain.
Mereka tidak kelaparan lagi.
Ayo Menulis 3.5 dan 4.5 Bahasa Indonesia
Tuliskan pesan moral yang terdapat dalam dongeng di atas!
……………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………..
Tematik 3 Tema 2 Menyayangi Tumbuhan dan Hewan 73

