Page 16 - MODUL KELAS 6 TEMA 5
P. 16
Sri hanya menggunakan teknik menganyam tanpa bantuan perekat atau lem. Sebab,
bungkus minuman saset diakui Sri cukup kuat meski menganyamnya secara manual.
“Barang bawaan dari rumah ataupun pasar seberat apapun, tidak bisa menjebol rangkaian
bungkus saset minuman setelah dianyam. Asal anyamannya rapat,” katanya.
Sri secara otodidak belajar menganyam dengan menggunakan bahan yang terbuat
dari daur ulang bungkus minuman. “Tidak ada yang mengajari, saya berlatih sendiri,”
katanya.
Ide membuat tas daur ulang muncul saat ia melihat orang mengenakan tas
berbahan daur ulang bungkus minuman di pasar. Ia pun menanyakan bagaimana cara
membuatnya.
“Orang itu bilang dengan cara dianyam,” ujar Sri.
Dari situ Sri mulai mencoba membuat tas dari bahan daur ulang sampah minuman
sendiri. Ia pun memungut sampah daur ulang minuman saset dari warungnya.
“Bahannya tidak beli, tinggal ambil di warung. Saya membuat usaha ini untuk
mengisi waktu luang saat menjaga warung,” ucapnya seraya tertawa. Setiap hari, Sri
dapat membuat empat buah tas daur ulang. Ia seringkali dibantu oleh warga lain dalam
memproduksi tas daur ulang. “Setiap empat jam saya bisa menyelesaikan satu tas. Satu
kantong keresek besar berisikan sampah minuman saset bisa dibuat 4–5 tas,” jelasnya.
Setiap produk tas daur ulang yang diberi nama "Sri Collection" ini, Ia banderol dengan
harga Rp25.000,00 untuk tas berukuran kecil dan Rp 60.000 untuk tas berukuran besar.
“Yang paling laris dibeli itu tas yang kecil. Karena cocok untuk dibuat kondangan,” ungkap
wanita satu orang anak ini. Saat ini Sri mempromosikan produknya dari mulut ke mulut.
Pelanggan setia produk tas Sri Collection pun dari berbagai kalangan, yakni dari usia
17–60 tahun. “Rencananya ke depan akan memasarkan lewat Facebook dan menitipkan
di sentra UKM” terangnya. Ia menambahkan, pelanggan setianya saat ini memang yang
paling banyak hanya di ruang lingkup Kota Surabaya saja. Akan tetapi, bukan berarti tidak
ada pembeli yang berasal dari luar kota. “Pelanggan saya selain di Surabaya ada juga
yang dari Nganjuk,” sebutnya. Setiap bulannya Ia dapat meraup keuntungan rata-rata Rp
1,5 juta. “Saat Ramadhan ini penjualan makin meningkat sekitar 10%,” pungkasnya.
Ayo Berlatih 3.3 dan 4.3 PPKn
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang tepat!
1. Apa yang dilakukan Ibu Sri dalam teks di atas?
Jawab: ............................................................................................................................
2. Apa bahan baku yang digunakan Ibu Sri untuk usahanya?
Jawab: ............................................................................................................................
3. Jelaskan keunggulan produk yang dibuat oleh Ibu Sri!
Jawab: ............................................................................................................................
4. Bagaimana cara Ibu Sri memasarkan produknya?
Jawab: ............................................................................................................................
5. Jelaskan dampak usaha Ibu Sri terhadap lingkungannya!
Jawab: ............................................................................................................................
Ayo Cari Tahu 3.3 dan 4.3 PPKn
Bentuklah kelompok yang terdiri atas 4–5 orang! Adakah kegiatan wirausaha yang terjadi di
lingkungan sekitar tempat tinggalmu? Lakukan wawancara kepada salah satu narasumber
96 Tematik 6 Tema 5 Wirausaha

