Page 73 - MODUL KELAS 6 TEMA 3
P. 73
saya belajar bahwa uang bukanlah segalanya. Membantu saudara-saudara setanah air
agar merasakan sedikit saja kesejahteraanyang kita miliki, itu sangat berarti,” begitu Ibu
Puni berkilas balik tentang pengalamannya.
Bersama suaminya, Bapak Iskandar Kuntoadji, Ibu Puni membantu warga di pedalaman
yang tIdak tersentuh program pemerintah, untuk membangun sendiri listrik mereka dari
sumber daya yang ada di desa itu, yaitu dengan membuat generator mikrohidro energi dari
arus sungai.
Apa yang Ibu Puni kerjakan ini bukanlah hal yang mudah. Bukan teknologinya yang sulit,
tetapi membangun semangat penduduk desa pedalaman agar mau mengelola diri masing-
masing sebagai suatu bagian dari komunitas, belajarbersama tentang listrik, berusaha
mencari dana untuk kepentingan bersama.Tak kalah sulitnya, setelah dana terkumpul dan
tenaga listrik mulai dapat dinikmati, warga harus dilatih untuk memelihara generator agar
kelangsungantenaga listrik terjaga.
Hasil kerja keras Ibu Puni membangun kemandirian masyarakat di pedalaman
membuahkan hasil yang manis. Saat ini, ratusan desa yang merasakan manfaat dari adanya
tenaga listrik. Anak-anak dapat belajar dan membaca di malam hari. Bahkan warga desa
dapat mulai membangun industri rumahan dan mengembangkan perekonomian desanya.
Untuk jasanya, Ibu Puni menerima beberapa penghargaan dari badan dunia seperti
WWF dan PBB, termasuk juga terpilih sebagai salah satu pembawa obor dalam Olimpiade
di Beijing, tahun 2008.
Ayo Berdiskusi 3.2 dan 4.2 Bahasa Indonesia
Diskusikan bersama teman sebangkumu tentang nilai keteladanan yang dimiliki tokoh dalam
teks tersebut! Tuliskan hasil diskusimu pada kolom berikut!
Hasil Diskusi:
Ayo Menulis 3.2 dan 4.2 Bahasa Indonesia
Tuliskan informasi penting yang terdapat pada teks eksplanasi tersebut! Kerjakan pada
kolom berikut!
Pernyataan Umum
Deretan Penjelasan
Interprestasi
Tematik 6 Tema 3 Tokoh dan Penemuan 73

