Page 36 - MODUL KELAS 4 TEMA 1
P. 36
Ayo Memahami 3.2 dan 4.2 Ilmu Pengetahuan Sosial
Indonesia terdiri dari beragam suku, adat, budaya, dan agama yang berbeda-beda. Meskipun
begitu kita harus saling bertoleransi antarsesama. Salah satu contoh sikap toleransi dengan
sesama yaitu menghormati budaya dari daerah lain. Tahukah kamu cara menghormati
budaya dari daerah yang berbeda? Salah satu caranya yaitu menerima perayaan budaya
dari suatu daerah tanpa mengejek ataupun mengolok-olok budaya tersebut. Adapun
bentuk perayaan budaya yang masih ada hingga sekarang yaitu perayaan satu Suro.
Guna meningkatkan pemahaman dan pengetahuanmu tentang perayaan satu suro, maka
simaklah penjelasan berikut!
Perayaan Satu Suro, Tradisi Malam Sakral Masyarakat Jawa
Masyarakat Jawa khususnya di Yogyakarta dan Solo (Surakarta) masih memegang
teguh ajaran yang diwarisi oleh para leluhurnya. Salah satu ajaran yang masih dilakukan
adalah menjalankan tradisi malam satu Suro, malam tahun baru dalam kalender Jawa yang
dianggap sakral bagi masyakarat Jawa. Tradisi malam satu Suro bermula saat zaman Sultan
Agung sekitar tahun 1613–1645. Saat itu, masyarakat banyak mengikuti sistem penanggalan
tahun Saka yang diwarisi dari tradisi Hindu. Hal ini sangat bertentangan dengan masa Sultan
Agung yang menggunakan sistem kalender Hijriah yang diajarkan dalam Islam.
Sultan Agung kemudian berinisiatif untuk memperluas ajaran Islam di tanah Jawa
dengan menggunakan metode perpaduan antara tradisi Jawa dan Islam. Sebagai dampak
perpaduan tradisi Jawa dan Islam, dipilihlah tanggal 1 Muharam yang kemudian ditetapkan
sebagai tahun baru Jawa. Hingga saat ini, setiap tahunnya tradisi malam satu Suro selalu
diadakan oleh masyarakat Jawa. Malam satu Suro sangat lekat dengan budaya Jawa.
Iring-iringan rombongan masyarakat atau yang biasa kita sebut kirab menjadi salah satu hal
yang dapat kita lihat dalam ritual tradisi ini. Para abdi dalem keraton, hasil kekayaan alam
berupa gunungan tumpeng, serta benda pusaka menjadi sajian khas dalam iring-iringan
kirab yang biasa dilakukan dalam tradisi Malam Satu Suro.
36 Tematik 4 Tema 1

