Page 8 - MODUL KELAS 4 TEMA 1
P. 8
Ayo Belajar 3.6 dan 4.6 Ilmu Pengetahuan Alam
Salah satu bentuk keberagaman budaya yang ada di Indonesia adalah alat musik
tradisional. Alat musik tradisional dapat menghasilkan bunyi yang khas dan indah. Tahukah
kamu apa yang dimaksud bunyi? Bunyi adalah getaran di udara atau pemampatan mekanis
atau gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. Medium atau zat perantara
ini dapat berupa zat cair, padat, dan gas. Jadi, gelombang bunyi dapat merambat misalnya
di dalam air, batu bara, atau udara.
Bunyi ditimbulkan oleh benda yang bergetar, makin kuat benda bergetar makin kuat
bunyi yang ditimbulkannya dan makin lemah benda itu bergetar makin lemah bunyi yang
ditimbulkan benda tersebut. Semua benda yang dapat menghasilkan bunyi disebut sumber
bunyi. Terdapat berbagai macam sumber bunyi. Salah satunya, yaitu alat musik. Alat musik
dibedakan menjadi beberapa macam di antaranya sebagai berikut.
1. Alat Musik Pukul
Alat musik pukul adalah alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul yang disebut
juga dengan istilah perkusi. Akibat pukulan, alat musik akan bergetar dan menghasilkan
suara. Makin kuat pukulan, getarannya makin banyak dan suara alat musik makin
keras.
2. Alat Musik Tiup
Alat musik tiup umumnya berbentuk panjang seperti pipa. Bunyi yang dihasilkan oleh
alat musik tiup dapat terjadi ketika udara dalam pipa bergetar karena tiupan pemainnya.
Nada suara diatur dengan membuka dan menutup lubang pada sisi alat musik. Perubahan
keras pelannya suara disebabkan oleh kekuatan tiupan yang menyebabkan getaran
udara.
Tahukah kamu sifat-sifat bunyi? Sifat-sifat bunyi dapat dijabarkan sebagai berikut.
1. Merambat membutuhkan medium.
2. Merupakan gelombang longitudinal.
3. Dapat dipantulkan.
Jika kamu memukul batu di dalam air, kamu akan mendengar suara pukulan tersebut.
Demikian juga, ikan yang berenang di dalam kolam yang jernih, kamu tentu akan beranggapan
ikan-ikan tersebut tidak bersuara. Akan tetapi, jika kamu menyelam ke dalam air, kamu akan
mendengar suara kibasan ekor dan sirip ikan tersebut. Hal ini membuktikan bahwa bunyi
dapat merambat di dalam zat cair. Dengan bantuan alat seismograf, para ahli gempa dapat
mendeteksi getaran gempa bumi. Getaran lebih kuat jika jaraknya lebih dekat pada sumber
getar. Dari contoh-contoh tersebut, kamu dapat menyimpulkan bahwa bunyi yang terdengar
bergantung pada jarak antara sumber bunyi dan pendengar. Jarak yang ditempuh bunyi
tiap satuan waktu disebut cepat rambat bunyi.
Pernahkah kamu mendengarkan bunyi rel kereta api pada saat kereta api mau lewat?
Jika pernah, kamu harus berhati-hati. Ketika kereta api akan tiba, terdengar suara gemuruh
dari kereta, walaupun keretanya belum terlihat. Suara kereta yang belum kelihatan juga
dapat kamu dengar melalui rel kereta api. Hal ini membuktikan bahwa cepat rambat bunyi
di udara berbeda dengan cepat rambat bunyi pada rel kereta api (zat padat). Manakah yang
lebih cepat? Bunyi yang merambat melalui rel kereta api (yang merupakan zat padat) lebih
cepat dibandingkan dengan bunyi yang merambat melalui udara.
Suatu penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli membuktikan bahwa sebuah bunyi
nyaring membutuhkan waktu lima detik untuk sampai ke telinga kamu melalui udara. Jika
bunyi tersebut merambat melalui air, ternyata lebih cepat dan hanya membutuhkan waktu
empat detik. Jika bunyi tersebut melalui besi, ternyata hanya membutuhkan tiga detik, atau
8 Tematik 4 Tema 1

