Page 37 - MODUL KELAS 4 TEMA 4
P. 37
“Hei...berani sekali engkau mendekati aku yang sedang tidur siang!”, hardik sang
Buaya kepada si Tikus. Si Tikus sangat kaget ketika bertabrakan dengan mulut Buaya
yang sangat menyeramkan itu.
“Oh...mohon maaf tuan Buaya, aku tidak tahu kalau aku menabrak dirimu yang sedang
istrirahat,” Si Tikus sangat takut dan tubuhnya gemetar.
“Apakah kau tidak tahu, kalau aku adalah makhluk yang paling menakutkan di sini?
ha..!, kembali sang Buaya menakuti Si Tikus. “Maafkan hamba tuan Buaya, hamba akan
pergi dari sini, jangan kau makan diri hamba yang sangat kecil ini!” Pinta Si Tikus kepada
Buaya.
“Hahahahaahahaha.....”, sang Buaya tertawa terpingkal-pingkal mendengar perkataan
Si Tikus. “Memakanmu...? Mana bisa aku memakanmu? Tubuhmu sangat kecil dan tidak
bisa membuatku kenyang. Ketahuilah aku adalah makhluk yang paling ganas dan tidak
butuh pertolongan siapa pun karena aku makhluk yang paling besar dan mempunyai
gigi-gigi yang tajam. Makananku semuanya besar-besar dan sekali gigit langsung kutelan
hidup-hidup, mengerti kau Tikus?” Kali ini Buaya mempertegas keberadaan posisinya
dihadapan Si Tikus.
“Baiklah aku akan pergi, tapi sebelum pergi perkenankan aku untuk menolongmu dan
melayanimu wahai tuan Buaya,” pinta Si Tikus kepada Sang Buaya. Kembali Sang Buaya
tertawa terpingkal-pingkal mendengar perkataan Si Tikus yang ingin melayani Sang Buaya
akibat perbuatannya. “Hahaha...Tikus kau bisa apa? Mencari makan saja kau tidak bisa,
sudah sana pergi, aku tidak butuh bantuanmu, cepat pergi sebelum aku berubah pikiran
dan memakanmu!”
Si Tikus kemudian lari terbirit-birit meninggalkan Buaya yang mulai marah kepadanya.
Setelah berlari jauh, Si Tikus merasa lelah dan mencoba beristirahat dekat sebuah
pohon. Tak lama kemudian dia mendengar suara seperti meminta pertolongan dari arah
sungai.
Ia mencoba mendekati suara itu, ternyata Si Buaya sedang terperangkap oleh jala
yang dipasang oleh pemburu. Si Tikus langsung menolong Buaya dengan menggerogoti
jala itu dan akhirnya Si Buaya pun terlepas dari perangkap jala tadi.
Sang Buaya mengucapkan terima kasih dan meminta maaf kepada Si Tikus. Walaupun
tubuhnya kecil, ternyata Si Tikus bisa menolong Sang Buaya keluar dari jala perangkap
pemburu yang ingin menangkapnya.
“Terima kasih ya Tikus, kau sangat berjasa sekali menolong aku keluar dari jala Si
Pemburu itu, entah bagaimana kalau tidak ada kamu, aku mungkin sekarang sudah dibawa
oleh pemburu-pemburu itu,” Sang Buaya akhirnya berterima kasih kepada Si Tikus yang
telah membantunya meloloskan diri dari perangkap pemburu.
Ayo Kerjakan 3.5 dan 4.5 Bahasa Indonesia
1. Pesan moral yang bisa kamu ambil dari kisah tersebut?
Jawab: ............................................................................................................................
2. Tuliskan pesan moral dari cerita tersebut!
Jawab: ............................................................................................................................
3. Tukarkan pesan moral yang telah kamu tulis dengan teman dan berilah komentar tentang
pesan moral tersebut!
Jawab: ............................................................................................................................
Tematik 4 Tema 4 Berbagai Pekerjaan 37

