Page 26 - uu ciptakarya Master
P. 26

Peraturan Perundang-undangan

               menetapkan kebijakan dan menyusun perencanaan tenaga
               kerja.
           (2)  Perencanaan tenaga kerja meliputi :
               a.  perencanaan tenaga kerja makro; dan
               b.  perencanaan tenaga kerja mikro.

           (3)  Dalam penyusunan  kebijakan, strategi,  dan pelaksanaan
               program      pembangunan         ketenagakerjaan       yang
               berkesinambungan,  pemerintah harus berpedoman  pada
               perencanaan  tenaga kerja sebagaimana dimaksud dalam
               ayat (1).

           Pasal 7
               Ayat (1)
                   Perencanaan tenaga kerja yang disusun dan ditetapkan
                   oleh   pemerintah    dilakukan    melalui   pendekatan
                   perencanaan  tenaga kerja nasional, daerah, dan
                   sektoral.
               Ayat (2)
                   Huruf a
                       Yang  dimaksud dengan  perencanaan  tenaga
                       kerja makro adalah proses penyusunan  rencana
                       ketenagakerjaan secara sistematis  yang memuat
                       pendayagunaan  tenaga kerja secara optimal,  dan
                       produktif  guna mendukung pertumbuhan ekonomi
                       atau sosial, baik secara nasional, daerah, maupun
                       sektoral  sehingga dapat membuka kesempatan
                       kerja seluas-luasnya, meningkatkan produktivitas
                       kerja  dan meningkatkan kesejahteraan pekerja/
                       buruh.
                   Huruf b
                       Yang  dimaksud dengan  perencanaan  tenaga
                       kerja mikro adalah proses penyusunan  rencana
                       ketenagakerjaan secara sistematis  dalam suatu



           Biro Hukum  Kemnaker R.I      16
   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31