Page 31 - Buku Siswa IPA Kelas 9 Smt 1_compressed-19-68
P. 31

Masih ingatkah kamu dengan sifat-sifat zat cair? Se tiap zat cair
                     akan memiliki bentuk sesuai dengan wadahnya, zat cair juga tidak
                     da pat dimampatkan dan dapat menekan ke segala arah.  Begitu
                     juga cairan ketuban, cairan ketuban akan mengisi kantung ketuban
                     lalu menekan kantung ke segala  arah.  Hal ini menyebabkan
                     kantung ketuban  mengembang.  Cairan ketuban  juga  tidak dapat
                     dimampatkan artinya ketika kantung ketuban tertekan  maka
                     volume kantung  ketuban tidak dapat  mengecil.  Hal inilah yang
                     menjadikan cairan  ketuban dapat memberikan ruang gerak bagi
                     janin selama berkembang.
                     2)  Pelindung janin dari benturan.
                         Tahukah kamu bahwa setiap cairan memiliki kekentalan atau
                     dikenal dengan viskositas? Viskositas ini disebabkan adanya gaya
                     tarik me narik antar molekul cairan (gaya kohesi). Viskositas akan
                     memperkecil resiko akibat adanya gesekan pada benda dalam
                     cairan. Jadi, ketika ibu hamil bergerak dengan kecepatan tertentu
                     lalu  berhenti  tiba-tiba  maka janin akan  men dapat  perlindungan
                     dari cairan ketuban, sehingga janin tidak terbentur pada dinding
                     rahim.
                     3)  Cadangan cairan dan nutrisi bagi janin.
                         Tahukah  kamu  bahwa cairan  ketuban mengandung air,
                     karbohidrat,  protein, asam amino,  peptida,  lipid, laktat, piruvat,
                     elektrolit, enzim,  dan hormon?  Dalam cairan  ketuban terdapat
                     glutamin (salah satu asam amino) yang merupakan bahan penting
                     dalam pembentukan materi genetik  (DNA dan RNA).  Zat-zat
                     tersebut  dapat  diserap  oleh  tubuh  janin melalui  kulit  dengan
                     menggunakan mekanisme transpor aktif maupun osmosis.
                     4)  Menjadi inkubator atau pengatur suhu alami.
                         Tahukah  kamu  bahwa temperatur cairan  ketuban bia sanya
                     sekitar 37,6  C. Temperatur ini lebih tinggi 0,5 C – 1 C dari pada
                                                                              0
                                                                        0
                                  0
                     temperatur tubuh ibu. Zat-zat yang terdapat pada air ketuban yang
                     berperan dalam pengaturan suhu ini.
                     5)  Membantu proses kelahiran.
                     6)  Sebagai pendeteksi kelainan keturunan (genetik) pada janin.
















 30  Kelas IX SMP/MTs  Semester 1  Ilmu Pengetahuan Alam                                   31
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36