Page 19 - Bahan ajar drama
P. 19
Evaluasi
Jawanlah pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang tepat !
Bacalah teks drama di bawah ini !
Mewujudkan Mimpi
Andi: "Shan, aku ingin cerita nih?"
Shani: "Cerita apa? Soal mimpi gilamu, kan? Kamu sekarang mau bermimpi apa
lagi? Jadi astronot? Atau, berkelana ke Planet Neptunus?"
Andi: "Hahaha, kau ini tahu saja. Aku memang mau menceritakan mimpiku. Tapi,
mimpiku kali ini tidak seaneh yang dulu. Kali ini, mimpi yang aku wujudkan ini
lebih realistis. Aku ingin jadi penulis novel, Shan. Tepatnya menjadi penulis
novel fantasi. Kamu tahu sendiri kan kalau aku ini tukang ngayal. Jadi, aku
merasa bahwa menjadi penulis novel fantasi adalah impian yang sepertinya bisa
aku wujudkan."
Shani: "Widih, tumben-tumbenan mimpimu realistis, mana bagus juga lagi. Eh,
ngomong-ngomong, kamu udah bikin naskahnya belum?"
Andi: "Udah, dong. Malah kemarin aku kirim ke penerbit."
Shani: "Widih, mantap kali kalau begitu! Semoga naskah kamu diterima penerbit
ya, Ndi."
Andi: "Aamiin. Makasih ya Shan."
Beberapa waktu kemudian.
Shani: "Ndi, bagaimana dengan naskah novel? Diterima penerbit tidak?"
Andi: "Enggak, nih, Shan. Malahan, aku disuruh revisi sama penerbitnya. Mana
revisiannya banyak lagi. Ah, sepertinya impianku untuk bikin novel fantasi
bukanlah impian yang bisa aku wujudkan."
Shani: "Yaelah, Ndi. Naskah kamu kan cuma disuruh direvisi; bukan ditolak. Jadi,
naskah kamu masih punya kesempatan buat diterbitkan oleh penerbit. Lagian,
kalau tidak diterbitkan di penerbit yang kamu tuju itu, kamu masih bisa kirim ke
penerbit lain. Iya, kan?"
Andi: Iya sih, Shan. Eh, ngomong-ngomong, terima kasih ya atas masukannya."
Shani: "Sama-sama, Ndi."
Andi pun kembali merevisi naskah novelnya tersebut. Shani sebagai sahabatnya
pun terus memberi dukungan dan masukan kepada Andi. Singkat cerita, novel
fantasi karangan Andi pun terbit dan digemari oleh banyak pembaca.
RINA SUSILAWATI MODUL BAHASA INDONESIA 2022

