Page 12 - A310190247_Sopi Narollina_E-Modul
P. 12

Uraian


                                                        Keberanian

                   Aku  merupakan  seorang  laki  –  laki  cupu  yang  menyukai  seorang  wanita  sekelasku  yang

                   bernama Sintia.

                   Sekarang ini aku masih belum berani guna menyatakan perasaan kepada Sintia.

                   Sintia tidak cantik namun sangat manis, ketika Sintia tersenyum maka akan banyak sekali gula
                   yang bertebaran.
                   Tetapi bagaimana aku yang merupakan seorang kutu buku ini dapat mendekati Sintia yang

                   merupakan seorang anggota dance.
                   Waktu ini yang bisa aku lakukan hanya bisa memandangi Sintia dari kejauhan. Kemudian ketika
                   Sintia  pulang  aku  diam  –  diam  akan  mengikutinya  sebab  takut  akan  terjadi  hal  buruk

                   menimpanya.
                   Suatu waktu aku melihat Sinta tengah berdebat bersama seorang laki – laki yang nampak lebih
                   tua darinya.

                   Tetapi aku tidak bisa mendengar percakapan yang mereka debatkan. Hingga pada akhirnya
                   aku melihat Sintia ditarik untuk masuk ke dalam mobil.
                   Tentu saja aku tak tinggal diam dan kemudian berlari mendekati mereka serta menarik Riska

                   pergi. Dan laki – laki tersebut mengejar kami serta berhasil membalap.
                   Laki  –  laki  tersebut  menarikku  sampai  membuat  kacamataku  jatuh  serta  aku  langsung
                   mendorongnya dan kemudian menendangnya.

                   Laki – laki itu pun tak tinggal diam serta hendak melayangkan pukulan kepadaku. Namun tak
                   sengaja waktu itu kacamataku diinjak olehnya sampai pecah.
                   Saat itu juga Sintia langsung menghentikannya. “Mas Abi stop! Dia adalah teman aku. Iya mas

                   nanti aku pulang. Aku inget kok hari ini adalah hari ulang tahun mama”.
                   Seketika aku langsung melongo, bagaimana nasibku sekarang selepas menendang kakak dari
                   wanita yang sangat aku suka. “Sinta aku minta maaf” ucapku kepadanya.

                   Sintia menarik tubuhku serta membenarkan posisiku “Aku disini Bima” ucap Sinta sebab aku
                   salah menghadap.
                   “Maaf ya aku tidak sengaja menginjak kacamata kamu hingga kamu tidak dapat melihat dengan

                   jelas, nanti akan saya ganti”.
                   “Tidak papa kak, masih ada cadangan di rumah”.
                   “Kamu suka dengan Sintia?” Seketika pertanyaan tersebut membuat wajahku memanas dan

                   memerah.
                   Tetapi aku tidak mau menepis hal itu dan menjawab “Iya kak, saya suka dengan Sintia” ucapku

                   tegas.




                       Buatlah tanggapan mengeai cerita diatas!
   7   8   9   10   11   12   13