Page 10 - sistem suspensi
P. 10

BAB  I


                                                                        PENDAHULUAN



               A.  Deskripsi

                        Modul pemeriksaan sistem suspensi ini sebagai pemandu pelatihan sekaligus
                   merupakan  bahan  informasi  dalam  pembelajaran  dan  pelatihan  yang  mengubah
                   sikap  /  perilaku  peserta  diklat  menjadi  seorang  yang  memiliki  kompetensi  sesuai
                   standart.  Pembelajaran  dengan  modul  ini  dapat  dilakukan  secara  klasikal  dengan
                   atau tanpa instruktur, bahkan individual, karena menggunakan pendekatan pelatihan
                   berbasis kompetensi yang mengacu pada kurikulum 2004.
                        Modul ini hanya membahas tentang konstruksi dan cara kerja system supensi
                   dan memeriksa sistem / komponen suspensi dan menentukan kondisinya. Setelah
                   mempelajari modul ini peserta diklat diharapkan dapat memahami konstruksi , cara
                   melakukan  pememeriksan  sistem  /  komponen  suspensi  dan  menentukan
                   kondisinya.

               B.  Prasyarat

                        Sebelum  memulai  modul  ini,  peserta  diklat  pada  program-program  keahlian
                   teknik mekanik otomotif harus sudah menyelesaikan modul-modul prasarat seperti
                   terlihat  dalam  diagram  pencapaian  kompetensi  maupun  peta  kedudukan  modul.
                   Prasarat  mempelajari  modul  OPKR-40-012  B  adalah  OPKR  10  –  018  B.  dan
                   OPKR10 – 016 B

               C.  Petunjuk Penggunaan Modul

                   1.  Petunjuk bagi siswa
                          Untuk  memperoleh  hasil  belajar  secara  maksimal,  dalam  menggunakan
                       modul ini maka langkah-langkah yang perlu dilaksanakan adalah :
                       a.  Membaca  dan  memahami  secara  seksama  uraian  materi  yang  ada  pada
                          masing-masing  kegiatan  belajar.  Bila  ada  materi  yang  kurang  jelas,  siswa
                          dapat bertanya pada guru atau instruktur yang memandu kegiatan belajar.
                       b.  Mengerjakan setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa
                          besar  pemahaman  yang  telah  dimiliki  pada  materi  yang  sudah  di  bahas
                          disetiap kegiatan belajar.
                       c.  Pada kegiatan belajar praktek perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

                          1.  Petunjuk keselamatan kerja.
                          2.  Langkah kerja (prosedur praktek) dengan baik.
                          3.  Alat dan bahan yang diperlukan.

                          4.  Penggunaan alat sesuai prosedur pemakaian.
                          5.  Kegiatan  praktek  yang  belum  jelas,  harus  minta  ijin  guru  atau  instruktur
                              terlebih dahulu.
                          6.  Setelah selesai praktek, kembalikan alat dan bahan ke tempat semula.
                       d.  Jika  belum  menguasai  level  materi  yang  diharapkan,  ulangi  lagi  pada
                          kegiatan  belajar  sebelumnya  atau  bertanya  pada  guru  /  instruktur  yang
                          memandu kegiatan pembelajaran bersangkutan.

                                                                                                            1
   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15