Page 2 - Kumpulan cerita anak
P. 2

Siswa tidak dibimbing mengarang secara semestinya. mereka dilepas
              menulis secara bebas. Tuntunan tidak diberikan. di zaman penjajahan
              siswa  dituntun  menulis  setiap  minggu,  sehingga  ketika  tamat  AmS
              mereka menulis 108 karangan. hebat sekali. Sekarang di zaman sudah
              merdeka  71  tahun  ini,  siswa  SmA  cuma  dibimbing  mengarang  3-5
              karangan setahun (di SmA favorit). Tapi di 25.597 SmA dan SmK kita,
              kewajiban mengarang cuma setahun sekali saja ketika akan naik kelas,
              mirip shalat idulfitri.

              Apa sebab terjadinya malapetaka ini? Sehabis pengakuan kedaulatan Ri,
              sesudah 4 tahun revolusi, pada tahun 1950 arah pendidikan kita adalah
              memproduksi tenaga-tenaga ahli pembangunan fisik seperti jalan raya,
              bangunan,  sekolah,  jembatan,  pasar,  rumah  sakit  dan  semacamnya.
              Tenaga  insinyur,  dokter  dan  ekonom  sangat  dipentingkan.  orangtua
              ingin anak-anak mereka jadi insinyur, dokter dan ahli ekonomi.

              Akibatnya dalam silabus sekolah, kewajiban membaca buku 25 judul
              dalam 3 tahun dicoret. Tugas membaca dianggap menghabiskan waktu
              siswa. Kewajiban menulis satu karangan seminggu dihapus, sehingga
              siswa tidak lagi dibimbing menulis 108 karangan dalam 3 tahun. yang
              penting siswa harus pintar menjawab soal-soal fisika, kimia, goniometri,
              stereometri, ilmu pasti dan hafal dalil-dalil ilmu ekonomi.
              inilah  dalam  dunia  pendidikan,  khususnya  pengajaran  bahasa  dan
              sastra,  persoalan  sangat  berat  yang  kita  hadapi.  menteri  Anies
              baswedan mewajibkan siswa SmA membaca buku 15 menit sebelum
              kelas dimulai. ini langkah awal yang bagus sekali. Lomba menulis Cerita
              Tingkat Sekolah dasar (LmC-Sd) ini, yang sudah dilakukan beberapa
              kali, adalah ikhtiar menanamkan bibit kemampuan menulis untuk siswa
              yang harus dilakukan terus-menerus. Kami para sastrawan, yang sudah
              sejak 1996 telah melakukan 9 kegiatan membawa sastra ke sekolah,
              sangat menyokong kegiatan ini.














              10 Naskah Terbaik Lomba Menulis Cerita Anak (LMCA) Tahun 2015  vii
   1   2   3   4   5   6   7