Page 21 - BUKU PEGANGAN GURU BASIS DATA KELAS XIRPL
P. 21

b. Menghilangkan  anomali.  Anomali  pada  dasarnya  adalah  ketidak-konsistenan

                          (inkonsistensi). Misalkan ada pergantian nama dari Bank Perkasa menjadi Bank
                          Perkasa Utama sebanyak 4 record. Jika pergantian nama hanya dilakukan pada

                          salah satu record saja, maka terjadi ketidak-konsistenan yaitu satu nomor bank

                          berrelasi dengan 2 nama bank yang berbeda



                       B.  Tujuan Normalisasi

                           Pada  dasarnya  normalisasi  dilakukan  untuk  memperbaiki  desain  tabel  yang

                        kurang baik sehingga penyimpanan data menjadi lebih efisien dan bebas anomali

                        data.  Untuk  memperjelas  pemahaman  tentang  proses  normalisasi,  perhatikan
                        diagram berikut:










                           Intinya,  normalisasi  dilakukan  terhadap  desain  tabel  yang  sudah  ada  dengan
                        tujuan  untuk  meminimalkan  redundansi  (pengulangan)  data  dan  menjamin

                        integritas  data  dengan  cara  menghidari  3  Anomali  Data:  Update,  Insertion  dan
                        Deletion Anomaly:


                        1.  Anomali peremajaan (Update Anomaly)

                             Merupakan error atau kesalahan yang terjadi sebagai akibat operasi perubahan

                        (update)  tuple  /  record  dari  sebuah  tabel.  Anomali  ini  terjadi  karena  adanya

                        redundansi data, bila ada perubahan pada sejumlah data yang mubazir, tetapi tidak
                        seluruhnya diubah.









                                                                 17
   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26