Page 10 - Edisi 184 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 10
Aktivitas
Salam Sehat & Patuhi Prokes. Dr. Hardadi bersama crew Studi LAZIS Sabilillah TV Saat melaksanakan siaran podcast.
dr. Hardadi: Jangan Takut,
Tidak Ada yang Meninggal Karena Vaksin
MALANG – dr. Hardadi wakil tersebut. berangkat dari rumah dalam
direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Kemudian bagaimana jika keadaan fit atau tidak. Lalu
UNISMA menepis pembiritaan seseorang tersebut punya penyakit divaksin. Setalah itu timbul demam.
masyarakat tentang kematian bawaan? Dirinya lalu menjelaskan, Padahal kita tidak tahu apakah
yang disebabkan oleh Vaksin. hal jika sesorang punya comorbid seblumnya ada bakteri atau parasit
ini ia utarakan dalam Podcast (penyakit bawaan) cukup dilakukan di dalam tubuh. Sebab, ketika
LAZIS Sabilillah pada Ahad pendampingan dengan yang ahli. bakteri itu masuk, tidak langsung
(7/12/2021) di channel LAZIS “Saya sudah beberapa kali bereaksi sakit, tapi mengendap
Sabilillah TV. mendampingi vaksinasi kepada menunggu reaksi tubuh,”
Ia menjelaskan kematian mereka yang punya penyakit berat tambahnya.
seseorang tidak bisa disebabkan seperti alergi, asma dll. Faktanya Karena itu, Ia menambahkan,
satu faktor. Namun, pasti ada tidak ada yang bermasalah sebenarnya tidak ada kata
rentetan masalah penyakit setelahnya,” ucapnya. seseorang tidak bisa divaksin yang
sebelumnya. “Tidak ada yang ujug Selain itu, berkaitan dengan efek ada hanyalah ditunda.”Ya karena
-ujug meninggal begitu saja. Pasti yang ditimbulkan setelah divaksin, memang petugas dokter di
ada penyebab yang menumpuk. seperti demam, lapar dan pusing, kelurahan hanya sedikit. Dan
Seperti halnya, gula yang tinggi, itu merupakan efek yang ketidaktahuan atas itu,
penyumbatan darah atau bahkan ditimbulkan individual. Artinya menyebabkan banyak masyarakat
penyakit dalam. Karena itu, salah setiap orang memiliki efek berbeda salah paham bahwa sesungguhnya
meniliai jika vaksin menjadi tidak semua di pukul rata. mereka yang belum siap divaksin
pemicu orang meninggal,” Terang “Kita juga harus lihat hanya ditunda karena kondisi tubuh
direktur Sablillah Medical Servis sebelumnya, apakah orang tersebut tidak siap,” tutupnya. (red)
10 Majalah Komunitas Sabilillah
Edisi: 184/Terbit Bulan Februari-Maret 2022/Tahun: 09

