Page 157 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 157
Bab 2 Besaran-Besaran Gerak
Diameter lubang
Jumlah injakan, n
Gambar 2.23 Perubahan ukuran lubang sebagai fungsi jumlah injakan. Mula-mula diameter lubang bertambah
secara eksponensial (naik melengkung ke atas) lalu bertambah secara linier.
Hasil yang diperoleh dari teori sederhana ini adalah adalah
mula-mula ukuran lubang bertambah besar secara eksponensial lalu
bertambah besar secara linier terhadap jumlah injakan oleh kendaraan.
Jumlah injakan oleh kendaraan berbanding lurus dengan wakatu (hari).
Jadi dapat simpulkan bahwa ukuran lubang mula-mula bertambah besar
secara eksponensial lalu bertambah besar secara linier terhadap waktu.
Perubahan ukuran lubang diilustrasikan pada Gambar 2.23.
Soal-Soal
ˆ
1) Pada suatu saat posisi sebuah mobil di jalan adalah i3 ˆ j 2 k 5 , 0 ˆ km.
2) Beberapa saat kemudian monil melewati jalan berbelok dan menanjak
ˆ
sehingga posisinya berubah menjadi i ˆ j 5 k 7 , 0 ˆ km. Berapa
perpindahan mobil dalam selang waktu tersebut?
ˆ
3) Posisi sebuah kelereng di atas meja adalah ,0 75 i ˆ j 5 , 0 m. Berapa
perpindahan kelereng agar kembali ke pusat kooridinat?
4) Mobil bergerak dari tempat pertama ke tempat kedua dengan vektor
ˆ
perpindahan 5,1 i ˆ j 5 , 5 km. Kemudian mobil bergerak dari tempat
kedua ke tempat ketiga dengan vektor perpindahan ˆ ˆ j 5 , 2 k 1 , 0 ˆ km.
i 3
Berapa perpindahan mobil dari tempat pertama ke tempat ketiga?
144

