Page 344 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 344

Bab 4 Gaya




                          Karena  sopir  baru  menyadari  kejadian  sekitar  1  detik  sejak  melihat
                          kejadian maka ada waktu sekitar 1 detik mobil masih bergerak dengan laju
                          100 km/jam. Jarak tempu selama selang waktu tersebut (dengan asumsi
                          gerak dengan laju konstan) adalah



                                    x   v t
                                      '



                                   = 27,8  1 = 27,8 m



                          Dengan  demikian,  jarak  minimum  yang  harus  dijaga  oleh  mobil  di
                          belakang agar tidak terjadi tabrakan berunutn sekitar 31,4 + 27,8 = 59 m. .
                          Cukup jauh bukan? Tetapi ketika kita melintasi jalan tol, betapa banyak
                          kendaraan yang berjarak hanya beberapa meter walaupun kecepatannya
                          di atas 100 km/jam. Ini benar-benar sopir yang tidak berilmu dan untung
                          selamat. Jika anda merasa orang yang berpendidikan, tentu anda tidak
                          mengikuti cara sopir tidak berilmu tersebut.



                          Membuat Gunung Pasir

                                   Salah satu yang menarik saat berlibur ke pantai adalah membuat
                          gunung pasir. Anak-anak sangat senang, duduk basah-basahan di pasir
                          sambil membuat gunung. Gunung yang dubuat bisa cukup tinggi, namun
                          runtuh ketika datang gelombang yang menyapu hingga gunung pasir.

                                   Kalau kita buat gunung pasir dengan menggunakan pasir kering
                          maka  kemiringan  gunung  tidak  besar.  Tetapi  jika  menggunakan  pasir
                          basah maka kita dapat membuat gunung pasir yang lebih terjal. Ada sudut
                          maksimum  kemiringan  yang  membuat  gunung  pasir  stabil.  Jika  sudut
                          kemiringan lebih besar daripada sudut kritis maka terjadi longsor. Untuk
                          menentukan sudut kritis gundukan pasir, kalian tumpuk saja pasir cukup
                          banyak hingga membentuk gunung. Sudut kritis adalah sudut kemiringan
                          lereng gunung pasir yang kita buat. Jika kalian sulit mendapatkan pasir,
                          kalian dapat menggunakan beras, kacang, atau butiran apa saja. Kalian
                          akan  amati  bahwa  berapa  pun  pun  banyak  yang  kalian  tumpuk  maka
                          sudut  kemiringan  lereng  selalu  konstan.  Gambar  4.52  adalah  contoh
                          tumpukan kacang hijau, kacang kedelai, dan beras.

                                   Pasir  kering  memiliki  sudut  kritis  kecil.  Pasir  basah  memiliki
                          sudut  kritis  lebih  besar.  Namun  jika  pasir  mengandung  kelebihan  air


                                                            330
   339   340   341   342   343   344   345   346   347   348   349