Page 382 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 382

Bab 5 Kerja dan Energi




                         Jawab


                         Suhu gas dalam satuan kelvin adalah T = 273 + 27 = 300 K. Energi kinetik
                         rata-rata molekul oksigen EK = (3/2) kT = (3/2) (1,38  10    -23 )  300 = 6,27 
                         10 -21  J. Tetapi, K = (1/2)mv  sehingga
                                                       2


                              2K    2   , 6 (  27 10  21 )
                                                               5
                          v 2                        , 2  34 10 .
                               m        , 5  34 10  26


                                                                                 5
                         Laju rata-rata molekul oksigen adalah  v        , 2  34 10 = 484 m/s



                         5.4 Teorema Kerja-Energi

                                Kita  telah  mendapatkan  bentuk  persamaan  energi  kinetik  yang
                         berganding  lurus  dengan  massa  dan  kuadrat  kecepatan  (kuadrat  laju).
                         Kalau kita kembali ke persamaan (5.23) maka kita dapat menulis kerja yang
                         dilakukan suatu gaya memenuhi



                                   W    K   K                                               (5.25a)
                                           2
                                     12
                                                1


                          atau



                                   W    K                                                   (5.25b)



                          Persamaan (5.25b) menyatakan bahwa kerja yang dilakukan suatu gaya
                          pada sebuah benda sama dengan perubahan energi kinetik benda tersebut.
                          Ini disebut teorema kerja-energi bentuk pertama.

                                   Teorema  kerja-energi  bentuk  pertama  ini  sebenarnya  memiliki
                          kesetaraan dengan persoalan dinamika yang kita bahas di Bab 4. Sebagai
                          ilustrasi  perhatikan  Gambar  5.15.  Sebuah koper  ditarik  dengan gaya  F

                          yang  membentuk  sudut   terhadap  vertikal.  Koper  mula-mula  memiliki
                          laju v1. Karena mendapat gaya maka koper mengalami percepatan arah


                                                            368
   377   378   379   380   381   382   383   384   385   386   387