Page 527 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 527

Bab 7 Osilasi



                              Resonansi  dapat  memiliki efek yang luar biasa  pada banguan.  Tacoma
                       Narrow  Bridge  (jembatan  Tacoma)  yang  merupakan  jembatan  gantung  di
                       Washington,  USA  ambruk  tanggal  7  November  1940  (Gambar  7.13).  Padahal
                       jembatan  tersebut  baru  saja  dibuka  tanggal  1  Juli  1940.  Jembatan  gantung
                       sepanjang  1,8  km  tersebut  ambruk  oleh  tiupan  angin  dengan  kecepatan  64
                       km/jam.  Banyak  yang  menyebutkan  bahwa  ambruknya  jembatan  tersebut
                       disebabkan  peristiwa  resonansi.  Angin  yang  bertiup  membawa  getaran  pada
                       frekuensi  yang  sama  dengan  frekuensi  alamiah  jembatan  sehingga  jembatan
                       mengalami  osilasi  dengan  amplitudo  makin  besar.  Osilasi  dengan  amplitudo
                       tak  terkontrol  menyebabkan  kegagalan  struktur  jembatan  sehingga  jembatan
                       ambruk.



































               Gambar  7.13.  Jembatan  Tacoma  Narrow  Bridge  diduga  ambruk karena  peristiwa  resonansi.  Angin yang  bertiup
               pelan membawa osilasi yang sama persis dengan frekuensi alamiah jembnatan. Akibatnya terjadi resonansi. Osilasi
               jembatan makin lama makin besar sehingga terjadi kegagalan struktur dan ambruk (faculty.plattsburgh.edu)



                              Ambruknya jalan bebas hambatan Nimitz di Oakland, California tahun
                       1989 juga contoh peristiwa resonansi. Dimulai dari gempa bumi yang memiliki
                       getaran pada berbagai frekuensi rendah. Frekuensi getaranyang dibawa gempa
                       biasanya tersebar antara 1 Hz sampai 10 Hz. Bagian jembatan Nimitz ada yang
                       dibangun di atas tanah berlumpur yang memiliki frekuensi alamiah sekitar 2,5
                       Hz.  Ketika  terjadi  gempa,  maka  frekuensi  2,5  Hz  yang  terkandung  dalam
                       gempa  menggetarkan  tanah  berlumpur  tempat  jembatan  dibangun.  Terjadi
                       resonansi  sehingga  lapisan  tanah  bergetar  sangat  kencang  yang  berakibat
                       jembatan yang dibagun di atasnya ambruk (Gambar 7.14).



                                                             513
   522   523   524   525   526   527   528   529   530   531   532